Breaking News:

Korban Kecelakaan Kerja di Pelabuhan Merak Dapat Santunan, Biaya Pengobatan Ditanggung Sampai Sembuh

Santunan diberikan oleh General Manajer PT ASDP Merak, Hassan Lessy kepada salah satu perwakilan korban saat di Kantor ASDP Merak, Rabu (8/9/2021).

Editor: Yudhi Maulana A
dok. ASDP Merak
Pemberian santunan dari ASDP Merak dan PT Hydropower Technology kepada keluarga korban kecelakaan kerja 

TRIBUNBANTEN.COM - Tiga korban kecelakaan kerja di Pelabuhan Merak mendapatkan santunan dari PT ASDP Merak dan pihak ketiga, PT Hydropower Technology.

Diketahui dalam insiden kecelakaan kerja tersebut, seorang pekerja meninggal dunia sementra dua orang lannya mengalami luka-luka.

Santunan diberikan oleh General Manajer PT ASDP Merak, Hassan Lessy kepada salah satu perwakilan korban saat di Kantor ASDP Merak, Rabu (8/9/2021).

Hasan mengatakan pemberian santunan merupakan perhatian pihaknya untuk meringankan beban pekerja yang menjadi korban.

“ASDP memberi santunan kepada yang meninggal Rp 10 juta dan yang luka-luka dirawat di rumah sakit kita berikan Rp 2,5 juta,” ujar Hasan keterangan yang diterima TribunBanten.com.

Baca juga: Pasca Kecelakaan Kerja, Disnakertrans Banten Hentikan Proyek Side Ramp Dermaga 4 Pelabuhan Merak

Sementara itu, Humas PT Hydropower Technology Peter Sianto mengatakan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan tempat para korban bekerja, manajemen telah berkomitmen untuk melakukan pengurusan jenazah korban meninggal dunia mulai dari biaya rumah sakit hingga pemakaman. 

"Kami sudah menyerahkan santunan terhadap korban meninggal dunia ke pihak keluarga sebesar Rp 30 juta," kata Humas PT Hydropower technology. 

Korban meninggal bernama Suharsono (41), warga Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung.

Sementara korban luka-luka adalah Abdul Wakit (47) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegara dan Mad Rifai (28) warga Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegara. 

Baca juga: Hasil Investigasi Sementara Kecelakaan Kerja di Pelabuhan Merak, Ada Kelebihan Muatan

Untuk dua orang korban yang mengalami luka-luka, pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap biaya rumah sakit hingga korban sembuh.

"Satu orang pekerja sudah sembuh dan tidak lagi dirawat di rumah sakit," tuturnya. 

Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Piter mengaku pihaknya bersikap kooperatif dengan aparat penegak hukum dengan menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

"Terkait kasus hukum yang sedang berjalan, kami serahkan semuanya ke aparat penegak hukum," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved