Breaking News:

Masih Penyidikan, Kejari Cilegon Perpanjang Masa Tahanan eks Kadishub Uteng Dedi Apendi

Masa tahanan Uteng Dedi Apendi, mantan Kepala Dinas Perhubungan Cilegon, tersangka kasus korupsi suap izin SPTP Pasar Kranggot, selama 40 hari

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Khairul Maarif
Petugas membawa Kepala Dinas Perhubungan, UDA, Kota Cilegon ke mobil tahanan setelah ditetapkan Kejari sebagai tersangka atas dugaan kasus suap pengelolaan parkir di Pasar Kranggot, Kamis (19/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Masa tahanan Uteng Dedi Apendi, mantan Kepala Dinas Perhubungan Cilegon, tersangka kasus korupsi suap izin Surat Pengelolaan Tempat Parkir (SPTP) Pasar Kranggot, diperpanjang selama 40 hari.

Uteng ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Agustus 2021 setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon.

"(Masa tahanan diperpanjang,-red) Karena masih dilakukan pemeriksaan lanjutan penahanan tersangka diperpanjang," ujar Kasi Intel Kejari Cilegon, Hasan saat ditemui di ruang kerja, Kamis (9/9/2021).

Dia menjelaskan perpanjangan masa penahanan itu sesuai pasal 24 ayat 2 KUHAP

"Memang masih dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi lainnya untuk melengkapi berita acara pemeriksaan.

"Selama pemeriksaan berlangsung masa penahanan bisa diperpanjang," ujarnya.

Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri Cilegon telah menahan Uteng Dedi Apendi selaku Kadishub Cilegon atas kasus penerimaan suap Rp 530 juta terkait pemberian izin Surat Pengelolaan Tempat Parkir (SPTP) Pasar Kranggot ke swasta.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved