Breaking News:

Ini Awal Mula ES Alami Gangguan Jiwa, Diberi Daging Kurban Saat Subuh Lalu Bicaranya Melantur

Keluarga bercerita kalau ES mengalami stres setelah menerima daging kurban saat lebaran Idul Adha 2021 kemarin.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
ES, pemuda yang nekat masuk Masjid Agung Cilegon lalu menyerang imam 

Saat peristiwa ES masuk masjid Suryati bersama Wahyuni kecolongan karena tidak memperhatikan ES sehingga dirinya ke luar dari rumah.

"Biasanya saya selalu menjaga bergantian dengan istrinya dan kakak saya tetapi waktu saya lagi tidak enak badan jadi dikerik sama Wahyuni ternyata ES malah pergi ke luar," ucapnya.

Dirinya memang tidak menampik bahwa ES masuk ke Masjid Agung Cilegon hanya megenakan celana dalam saja.

Namun, menurutnya baju yang dipakainya dilepas atau terlepas dalam perjalanan menuju masjid.

Baca juga: Aksi Dua Pria Tanpa Busana Curi Kotak Infak Masjid Terekam CCTV, Identitas Pelaku Belum Diketahui

"Dari rumah mah pakai baju rapi ga tau itu sampai di masjid cuma pakai sempak doang ga tau juga saya dilepas sendiri atau ada yang melepas," ujarnya.

Suryati menampik bahwa anaknya di dalam masjid berteriak sambil mengajak berkelahi imam yang sedang memimpin salat Maghrib.

Menurutnya anaknya tidak berucap seperti itu.

"Dia cuma bilang siapa yang mau mati sahid dan ngomong ayok siapa yang mau ikut ke surga," tuturnya.

Dirinya menjelaskan bahwa ES anaknya selama ini tidak pernah ikut kegiatan keagamaan atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang membuatnya mengalami gangguan jiwa.

Suryati menganggap gangguan jiwa yang diderita anaknya selama satu bulan setengah belakangan ini karena stres memikirkan perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang berkelanjutan.

"Penghasilan dia dari Rp 700 ribu perminggu jadi Rp 300 ribu perminggu ditambah harus bayar kontrakan Rp 500 ribu perbulan apalagi kandungan istrinya saat ini sudah berusia tujuh bulan jadi menurut saya gangguan jiwanya karena masalah ekonomi," ungkapnya.

Saat ini, dirinya sudah tidak lagi mengontrak karena keterbatasan biaya yang dimilikinya.

Lebih lanjut, Suryati mengungkapkan memang saat gangguan jiwanya ini dialami anaknya, sering kali ES memaki pandemi Covid-19 yang membuat keuangan rakyat kecil semakin sengsara.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved