Breaking News:

Kronologi Korban Pelecehan di KPI Diajak Berdamai & Diminta Cabut Laporan oleh Terduga Pelaku

Lima pegawai Komisi Penyiara Indonesia (KPI) Pusat yang diduga menjadi pelaku pelecehan dan perundungan terhadap MS dikabarkan meminta perdamaian.

Editor: Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM - Lima pegawai Komisi Penyiara Indonesia (KPI) Pusat yang diduga menjadi pelaku pelecehan dan perundungan terhadap MS dikabarkan meminta perdamaian.

Ketua Tim Kuasa Hukum korban MS, Mehbob pun membenarkan kabar tersebut. Bahkan MS diminta untuk mencabut laporan hukumnya.

Menurut Mehbob, mulanya MS dipanggil oleh KPI pada Selasa (7/9/2021) lalu.

Kala itu, MS dipanggil selama dua hari berturut-turut dan tidak boleh didampingi kuasa hukumnya dengan alasan masalah internal.

Tim Kuasa Hukum MS kemudian mengizinkan kliennya untuk menghadiri undangan KPI.

"Tapi kami sudah berikan edukasi agar tidak mengambil suatu keputusan tanpa adanya koordinasi dengan kami sebagai tim hukum," kata Mehbob, dikutip dari tayangan YouTube tvOne, Sabtu (11/9/2021).

Kemudian, Mehbob pun menceritakan kronologi lengkap saat MS diajak untuk berdamai dan mencabut laporannya.

Awalnya, pada Selasa (7/9/2021), MS pertama kali hadir ke KPI didampingi orang tuanya.

Di hari berikutnya, Rabu (8/9/2021), MS mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan BAP dan memberikan keterangan awal.

Koordinator pengacara pegawai MS, Mehbob dalam tayangan YouTube Mata Najwa, Rabu (8/9/2021).
Koordinator pengacara pegawai MS, Mehbob dalam tayangan YouTube Mata Najwa, Rabu (8/9/2021). (Tangkapan Layar Youtube Mata Najwa)

Baca juga: Korban MS Diminta Berdamai, Ernest Prakasa Blokir Nomor Ketua KPI karena Geram: Gue Nggak Peduli

Setelah selesai, MS mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengajukan permohonan perlindungan atas dirinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved