Breaking News:

Daftar Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem di Kabupaten Lebak: Potensi Banjir hingga Tanah Longsor

BPBD Kabupaten Lebak memberi peringatan dini masyarakat soal potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

TRIBUN JABAR / NUGRAHA RAMADIAN
Ilustrasi tanah longsor. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memberi peringatan dini masyarakat soal potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, Kabupaten Lebak sudah mulai masuk ke masa peralihan cuaca.

Musim hujan di Kabupaten Lebak, dia memprediksi akan terjadi pada akhir September mendatang.

"Kalau saat ini sedang masuk ke masa peralihan dari musim kemarau, menuju musim hujan," ujarnya,
saat ditemui di Rangkasbitung, pada Senin (13/9/2021).

Baca juga: Ambruk Diterjang Banjir, Akhirnya Jembatan Ciberang Lebak Dibangun, Target Selesai Desember 2021

Baca juga: Jalan di Perbatasan Banten-Jabar Putus Akibat Tebing Longsor, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Dia mengaku telah mempetakan daerah-daerah di Kabupaten Lebak yang masuk rawan bencana alam, seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor.

Menurut dia, potensi bencana itu tersebar di beberapa titik. Untuk daerah rawan banjir ada di 14 Kecamatan.

Di antaranya, yaitu di Wanasalam, Cijaku, Malingping, Cirinten, Bojongmanik, Leuwidamar, Gunungkencana, Banjarsari, Cileles

Adapun untuk daerah masuk kategori tanah longsor, yaitu di Taman Nasional Gunung Halimun, Leuwidamar, Cirenten, Bojongmanik, Muncang, Gunung Kencana, dan Cibeber.

"Kami sudah petakan semua titik rawan bencana baik banjir ataupun tanah longsor. Kami harap masyarakat selalu berhati-hati di musim peralihan," kata dia.

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan para Camat di masing-masing wilayah untuk mengeluarkan surat pemberitahuan ancaman bencana dan langkah antisipasi yang harus dilakukan.

Dia telah berkoordinasi dengan para relawan di masing-masing kecamatan untuk bersiaga menghadapi ancaman tersebut.

"Kami telah melakukan komunikasi intensif dengan stakeholder lainnya dalam hal antisipasi dan peringatan dini. Hal ini tentu agar, tidak ada korban jiwa yang besar pada saat kejadian," ujarnya.

Banjir sering terjadi di beberapa titik perkotaan pada saat hujan. Dia mengungkapkan, faktor penyebab banjir dan genangan.

"Salah satunya tidak berjalannya drainase yang ada di daerah perkotaan. Oleh karena itu, kita juga sudah berkoordinasi dengan PUPR Lebak untuk perbaikan drainase," tegasnya.

Baca juga: Masuki Musim Peralihan pada September Ini, Potensi Cuaca Ekstrem Masih Terjadi di Banten

Baca juga: Pembangunan Huntap Korban Banjir Bandang Lebak Terhalang Restu Kementerian LHK

Saat ini, kata dia, ada beberapa ruas jalan protokol menjadi kewenangan dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat.

Dia meminta semua pihak dapat bekerja sama dalam menangani antisipasi banjir dan bencana alam lainnya yang terjadi sewaktu-waktu.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved