Breaking News:

Jelang Musim Hujan, Dua Kecamatan di Cilegon Ini Rawan Longsor dan Banjir, BPBD Imbau Waspada

Ada dua kecamatan di Kota Cilegon yang paling rentan terhadap banjir dan longsor kala musim hujan tiba.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
Dok. Camat Pulomerak
Hujan lebat selama dua jam mengakibatkan 2.000 rumah terendam banjir di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Di masa peralihan musim, warga Kota Cilegon diminta waspada akan adanya bencana banjir dan longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Ada dua kecamatan di Kota Cilegon yang paling rentan terhadap banjir dan longsor kala musim hujan tiba.

Kecamatan Pulomerak dan Kecamatan Gerogol Kota Cilegon menjadi dua kecamatan yang paling rentan terhadap longsor dan banjir.

"Di delapan kecamatan Kota Cilegon berpotensi dan rawan banjir tetapi banjirnya hanya genangan dan cepat surut," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Ahmad Mafruh saat dihubungi TribunBanten.com, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, Kecamatan Pulomerak rentan terhadap banjir dan tanah longsor.

Baca juga: Tiga Rumah di Lebak Diserang Hama Ulat Bulu, Warga Minta Tolong Damkar

Selain itu juga ada Kecamatan Gerogol yang rentan dengan tanah longsor dan Kecamatan Ciwandan yang juga rentan terhadap banjir.

"Drainase yang tidak dapat menampung debit air berlebih saat musim hujan ditambah tersumbat sampah menjadi penyebab utama banjir di Pulomerak dan Ciwandan," tambahnya.

Sementara itu, untuk bencana alam tanah longsor di Kota Cilegon menurutnya tidak seperti di daerah lain yang terjadi di area perbukitan.

"Memang Kecamatan Gerogol ini konturnya perbukitan, tetapi longsor yang terjadi di Cilegon karena pondasi rumah yang kurang kokoh ditambah usianya yang sudah berumur saat musim hujan menyebabkan pondasi ini menjadi tergerus dan menyebabkan roboh rumah," tutur Mafruh.

Selain tanah longsor dan banjir, Mafruh mengungkapkan wilayah Pulomerak dan Gerogol yang memiliki daerah perbukitan rentan terhadap angin kencang atau angin puting beliung.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan juga terjadi di jalan nasional yang ada di Kota Cilegon.

Hujan lebat selama dua jam mengakibatkan 2.000 rumah terendam banjir di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (5/8/2021). 

Banjir tersebut merendam sekitar 2.000 rumah yang ada di lima RW berbeda di Kelurahan Tamansari.
Hujan lebat selama dua jam mengakibatkan 2.000 rumah terendam banjir di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (5/8/2021). Banjir tersebut merendam sekitar 2.000 rumah yang ada di lima RW berbeda di Kelurahan Tamansari. (Dok. Camat Pulomerak)

"Biasanya ada pohon besar dan tidak kuat menahan angin bisa roboh terkena angin puting beliung," katanya.

Dalam menyikapi masuknya musim penghujan, Mafruh menghimbau kepada masyarakat Kota Cilegon menjaga kebersihan saluran air jangan sampai tersumbat sampah.

"Untuk kiranya pohon besar yang sudah berusia juga dipangkas agar tidak rentan jika ada angin kencang," jelasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved