Breaking News:

Nenek asal Lebak Pilih Bertahan di Rumah dengan Suami Saat Banjir, Ternyata Alasannya Bikin Terharu

Ade (60), warga Komplek Pendidikan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, memilih bertahan di rumah hingga Selasa (13/9/2021).

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Ade (60), warga Komplek Pendidikan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, memilih bertahan di rumah hingga Selasa (13/9/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ade (60), wanita warga Komplek Pendidikan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, memilih bertahan di rumah hingga Selasa (13/9/2021).

Meskipun di rumah dan lingkungan tempat tinggalnya tergenang air setinggi 50-70 cm akibat hujan di wilayah Kabupaten Lebak dan sekitarnya.

Baca juga: Banjir di Lebak, 614 Rumah Terendam dan 226 Warga Mengungsi

Baca juga: Kabupaten Lebak Terkepung Banjir, Terminal Hingga Rumah Tergenang Air, Ratusan Warga Mengungsi

Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian, banjir terjadi sejak Senin malam pukul 22.00 WIB.

Menurut keterangan warga di sekitar, air mulai masuk ke dalam rumah setelah di guyur hujan selama 3 jam tanpa henti.

Lalu, warga mengevakuasi diri ke Masjid Jami Baitu Hamdi. Upaya evakuasi itu dilakukan lantaran air sudah mengepung perumahan dan jalan-jalan perumahan.

Akan tetapi, salah satu warga tampak masih bertahan dalam rumah. Ade (60) salah satu warga yang bertahan, mengaku tidak ingin beranjak dari dalan rumah.

Ia bersama dengan suami bertahan dalam rumah sambil menanti air kembali surut.

Dia menatap ke arah genangan air yang berada di sekitar pemukiman warganya.

"Iya tadi malam sampai sedada orang dewasa, sekarang sudah mulai mendingan. Tetapi sama saja, harus tetap berhati-hati, khawatir ada banjir susulan," katanya saat ditemui.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved