Breaking News:

Omzet Sempat Menurun Hingga 70 Persen, Kini Pedagang Burung Di Kota Serang Kembali Normal 

Sejak pandemi Covid-19, Dedi mengalami kesulitan untuk menjual burung dagangannya hingga omsetnya turun 70 persen

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Kondisi ekonomi mulai membalik selama masa pandemi Covid-19, penjual burung di Kota Serang kini kembali bisa meraup untung 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sejak pandemi Covid-19, Dedi mengalami kesulitan untuk menjual burung dagangannya.

Meski begitu, perlahan ia bisa bangkit seiring dengan daya beli masyarakat yang perlahan normal.

"Pembeli saat ini mulai mencukupi, saya bisa bayar tiga karyawan di sini," ujar Dedi saat ditemui TribunBanten.com di Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (14/9/2021).

Dedi menyampaikan bahwa ia telah melakoni usahanya sejak 2 tahun lalu.

Sebelum pandemi Covid-19, ia mengaku bisa meraup untung hingga sekitar Rp 50 juta setiap bulannya.

Baca juga: Kios Burung di Cilegon Kebakaran, Puluhan Murai Hingga Cecak Ijo Ikut Hangus Terbakar

Namun sejak adanya pandemi Covid-19, penghasilannya menurun hampir 70 persen.

"Pas pandemi agak risih karena harus membayar karyawan, sementara omzet menurun 70 persen," ujarnya.

Kemudian pada saat kasus pandemi Covid-19 ini mulai menurun, usaha yang dijalaninya kini mulai normal kembali.

Bahkan omzet yang semula menurun sekitar 70 persen, kini sudah mulai normal kembali.

Baca juga: Polres Cilegon Menggagalkan Penyelundupan 2083 Ekor Burung dari Lampung

"Omzet per bulan bisa kebayar storan mobil," ujarnya.

Dari hasil jual beli burung, ia mampu mendapatkan hasil sekitar Rp 25 juta hingga Rp 50 juta rupiah per bulan.

Ada pun burung yang ia jual yakni urung konin, kenari, murai dan lainnya dengan harga di kisaran mulai dari Rp 120 ribu hingga puluhan juta rupiah.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved