Pemkab Serang Membuka Ruang Dialog Bagi Warga yang Menolak Pembangunan Intake di Tirtayasa
Namun hal tersebut masih ada sebagainya dari masyarakat yang belum memahami sehingga masih adanya penolakan.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Nanang Supriatna mengatakan bahwa masih membuka ruang dialog bagi masyarakat yang masih menolak terkait pembangunan intake saluran air di Kecamatan Tirtayasa.
Ia pun menuturkan bahwa sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat mengenai hal tersebut pada Rabu (8/9/2021).
"Sudah berulang-ulang hal ini disampaikan oleh kami dan balai besar termasuk juga pada Rabu kemarin pada saat pertemuan hal mengenai pentingnya pembangunan intake sudah kami sampaikan," katanya usai melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Serang membahas mengenai Kalimati di Kecamatan Tirtayasa, Rabu (15/9/2021).
Namun hal tersebut masih ada sebagainya dari masyarakat yang belum memahami sehingga masih adanya penolakan.
"Sebagain ada yang mengerti dan ada juga sebagai kecil dari mereka belum mengerti maka dalam hal ini kami masih membuka ruang dialog," katanya.
Baca juga: Kisah Ainun Asal Kabupaten Serang Ikuti Tes PPPK Tiga Kali, Kini Dapat Skor 176, Begini Persiapannya
Ia pun mengatakan bahwa tidak boleh adanya pemaksaan terhadap masyarakat, dan penolakan adalah hal yang wajar.
Namun jika masyarakat bersifat anarkis dan memaksakan kehendak itu yang justru tidak boleh.
"Yang mengerti dan tidak mengerti mereka itu adalah sama-sama warga kita jangan sampai hal ini dibawa hingga ranah hukum,"katanya.
Sebagai harapan, kata dia, mohon bisa dapat mengerti dan kami sebagai pemerintah daerah ini adalah kepentingan yang sangat besar untuk masyarakat agar dapat mensuplai air bersih.
"Jika hal ini terhambat maka tidak akan terjadi hal tersebut kami yakin hal ini akan berjalan dengan baik," katanya.
Dan untuk aspirasi masyarakat pihaknya sudah menampung dan diharapkan kepada balai Besar untuk hal tersebut dapat segera ditangani.
Baca juga: Kondisi Bendung Pamarayan Serang Berstatus Awas, Warga Diminta Waspada
Ia pun menuturkan bahwa ini merupakan amata Bupati dengan tujuan untuk kebaikan bagi masyarakat, yang dulu susah untuk mencari air baku untuk minum.
"Sehingga hal ini memang tujuannya untuk membantu suplai air baku bagi masyarakat Pontak, Tirtayasa bahkan Tanar," katanya.
Karena sudah ada 100 meter kubik perdetik yang masuk ke Tanara yang nantinya akan bekerjasama dengan pihak PDAM.
"Isu bahwa itu air dari sungai ciujung yang tercemar yang sudah hitam warnanya ketika kemarau itu dimasukkan ke long storage itu tidak benar," ucapnya.
Maka nanti kedepannya akan dibuatkan tiga pintu air yang fungsinya untuk mengontrol keluar masuknya air tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/rapat-intake.jpg)