Breaking News:

Waduh! Banyak Siswa Kelas 2 SD di Tangsel Belum Bisa Baca

Banyak pelajar Kelas I dan II SD di Tangerang Selatan belum bisa membaca.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/KHAIRULMAARIF
Komunitas Motor Literasi (Moli) mengedukasi masyarakat untuk gemar membaca. 

TRIBUNBANTEN.COM -
Banyak pelajar Kelas I dan II SD di Tangerang Selatan belum bisa membaca.

Hal itu terungkap pada saat melihat kegiatan belajar mengajar di SDN Pondok Cabe Ilir 02, Pamulang dan SDN 01 Serua, Ciputat, sejak Senin (13/9/2021).

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matradji, mengatakan kemampuan baca bagian dari literasi adalah hal yang utama untuk anak atau siswa.

Menurut Ubaid, pelaksanaan PJJ sulit dinyatakan sukses. Kasus siswa yang tidak bisa baca meski sudah kelas dua adalah buktinya.

Namun pemerintah kota (Pemkot) tidak boleh diam, dan harus introspeksi demi membuat terobosan menjawab tantangan situasi yang ada.

"Ini bukti PJJ kita gagal. Kita semua gagap dengan PJJ. Gurunya tidak siap. Sarana pendukung juga bermasalah. Belum lagi soal pelibatan di luar sekolah sebagai komunitas belajar dan sumber-sumber belajar yang beragam," kata Ubaid, Rabu (15/9/2021).

Terlebih, menurut Ubaid, ponsel yang menjadi alat bantu PJJ, juga bisa menjadi distraksi dengan fungsi-fungsi canggih lainnya, seperti gim dan media sosial.

"Harusnya pemerintah menyadari ini dan memperbaiki diri. Literasi itu hal yang utama tapi tantangannya luar biasa hari ini. Anak-anak tak lagi gemar membaca buku, tapi sudah terkontaminasi dengan HP bahkan banyak yang kecanduan gawai," kata dia.

Pemkot Tangsel juga harus mulai membekali para gurunya dengan kemampuan memanfaatkan sumber belajar yang beragam.

PTM harus betul-betul dimanfaatkan untuk menggenjot peningkatan literasi siswa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved