Breaking News:

Derita 4 Yatim Piatu Kota Serang: Kalau Hujan Tak Bisa Tidur Takut Rumah Roboh

Sebanyak empat anak yatim-piatu di Kota Serang tinggal di tempat yang tidak layak huni.

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Sebanyak empat anak yatim-piatu di Kota Serang tinggal di tempat yang tidak layak huni. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Sebanyak empat anak yatim-piatu di Kota Serang tinggal di tempat yang tidak layak huni.

Dahlia Fitrianingsih (23), Fani Handayani (20), M Sunandar (13), Siti Fatimah (11) tinggal di satu unit rumah milik pasangan suami-istri, Siti Junariah dan Dahril.

Mereka bertempat tinggal di RT/RW 03/03 Kampung Tegal Asem, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Siti Junariah sudah meninggal 11 tahun yang lalu karena menderita tumor di leher.

Sedangkan suaminya, yaitu Dahril telah meninggal dunia pada 40 hari yang lalu karena menderita sakit sakit kencing nanah disertai darah.

Baca juga: Soroti Anak Yatim Piatu yang Meningkat Sejak Pandemi Termasuk di Banten, Ini Solusi dari Komnas PA

Baca juga: Anak Yatim Terdampak Covid-19 di Kabupaten Serang Dapat Bansos Hingga Rp 300 Ribu Sebulan

Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com pada Jumat (17/9/2021), rumah anak yatim piatu itu sering bocor saat hujan deras.

Setiap malam, para penghuni rumah kesulitan untuk tidur karena khawatir rumah akan roboh.

Rumah itu berdinding tembok, beralas semen dan sebagian alas menggunakan keramik berwarna warni.

Rumah itu mempunyai dua kamar. Atap diberi plastik agar tidak bocor saat hujan. Satu kamar mandi beralaskan tanah liat. Tersedia juga satu dapur dan ruang tamu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved