Breaking News:

Sebut Valentino Rossi dan Hamilton Sulit Dapat SIM di Indonesia, ICPW: Emerson Yuntho Lebay!

Lembaga Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) menilai kritik mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho tidak tepat sasaran.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Lambang Lembaga Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) 

TRIBUNBANTEN.COM - Lembaga Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) menilai kritik mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho tidak tepat sasaran.

Emerson Yuntho mendadak jadi bahan perbincangan di publik setelah mengunggah surat terbuka yang ditujukan untuk Presiden Joko Widodo.

Surat tersebut berisi soal dinamika yang terjadi selama pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Samsat dan Satpas.

Menurut Emerson, proses pembuatan SIM di Samsat dan Satpas memiliki proses yang rumit. Kemudian dia juga kerap menemui calo atau petugas yang melakukan praktik pungutan liar alias pungli.

Bahkan Emerson memberikan sindiran lucu saat mengatakan jika pembalap Lewis Hamilton dan Valentino Rossi membuat SIM di Indonesia, mungkin akan gagal.

Baca juga: Viral, Gadis Ini Mengaku Diperlakukan Bak Ratu oleh Kekasih, Sempat Dituding Berpacaran karena Uang

Baca juga: Viral Kisah Pria Buat Pagar Rumah dari Kolam Ikan Koi, Ungkap Biaya yang Dikeluarkan Puluhan Juta

Ketua Presidium ICPW Bambang Suranto, menilai aparat lalu lintas di bawah komando
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo sudah sigap membenahi terhadap lini-lini di jajarannya yang diduga terjadi pungutan liar (pungli).

Menurut ICPW, upaya menekan praktik pungli di samsat dan satpas SIM sudah sejak lama dilakukan Sambodo. Bukan semata dilakukan menyikapi aduan mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yunto.

"ICPW sangat mengapresiasi upaya Dirlantas Polda Metro Jaya dalam menekan pratik-pratik pungli di satker-satker (satuan kerja)-nya," ujarnya, dalam keterangan yang diterima, pada Jumat (17/9/2021).

Diketahui, Kombes Sambodo mengaku memiliki lima langkah yang kini tengah digalakkan pihaknya, khususnya untuk mencegah pungli.

Pertama membangun sistem berbasis online guna mengurangi pungli di satpas dan samsat, yang diwujudkan melalui aplikasi SINAR untuk perpanjangan SIM, SIONDEL dan SIGNAL untuk perpanjangan STNK, e-TLE untuk tilang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved