Breaking News:

Zona Kuning Covid-19, Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Serang Melonjak Naik Hingga 90 Persen

Kabupaten Serang berada di zona kuning penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten. Tingkat hunian hotel di Kabupaten Serang meningkat hingga 90 persen

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM/DESI PURNAMASARI
Suasana Pantai Anyer Sambolo, Sabtu (15/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kabupaten Serang berada di zona kuning penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten.

Situasi ini membuat tingkat hunian hotel atau okupansi di Kabupaten Serang meningkat hingga 90 persen

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Sukardjo.

"Saat ini, tingkat kenaikan okupansi hotel di Kabupaten Serang rata-rata sudah mencapai 90 hingga 100 persen," kata dia, saat dihubungi TribunBanten.com pada Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Pemkot Serang Larang Anak di Bawah Usia 12 Tahun Kunjungi Tempat Wisata

Baca juga: Aturan Terbaru PPKM Jawa-Bali : Bioskop Dibuka Hingga Penerapan Ganjil/Genap di Tempat Wisata

Dia mengungkapkan para pengunjung yang datang ke lokasi pada umumnya mengunjungi tempat wisata, seperti Pantai Anyer.

Menurut dia, tempat wisata itu ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

Sedangkan, pada hari kerja mulai dari Senin sampai Jumat tidak terlalu ramai.

Selama hotel atau tempat penginapan itu buka, kata dia, tidak ada batasan bagi para pengunung.

Hal ini, kata dia, karena pada umumnya para pengunjung hotel banyak dari mereka yang tinggal satu kamar bersama dengan keluarga atau orang terdekat.

Adapun untuk pembatasan, menurut dia, hanya diterapkan di
restoran dan ruang rapat.

Di mana restoran dan ruang rapat hanya boleh menampung sekitar 50 persen.

Dia mengungkapkan, situasi itu berbeda pada saat penerapan PPKM Level 4 di Kabupaten Serang.

Di mana tingkat hunian dan okupasi hotel sempat menurun hingga 50 persen.

Bahkan banyak di antaranya harus tutup serta banyak karyawan terpaksa dirumahkan.

"Sempat banyak yang tutup dan mereka hanya buka pada saat weekend saja lantaran sepi nya pengunjung," ujarnya.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 20 September 2021, Bioskop dan Tempat Wisata Sudah Boleh Buka

Baca juga: PPKM Jawa Bali Diperpanjang Hingga 20 September, Bioskop Dibuka, Tempat Wisata Terapkan Ganjil Genap

Untuk itu, dia berharap adanya pelonggaran aktivitas masyarakat itu dapat memberikan angin segar bagi para pelaku usaha perhotelan.

"Semua akan kami terapkan dengan protokol kesehatan yang ketat guna memberikan kenyamanan terhadap pengunjung," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved