Breaking News:

PON XX Papua

Profil Tryola Nadia: Pebulu Tangkis Andalan Banten di PON XX Papua, Lahir dari Keluarga Atlet

Provinsi Banten mengandalkan cabang olahraga bulu tangkis untuk meraih medali di PON XX Papua.

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Tryola Nadia 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Provinsi Banten mengandalkan cabang olahraga bulu tangkis untuk meraih medali di PON XX Papua.

Dua pebulu tangkis putri asal 'Tanah Para Jawara' itu tergabung di dalam Pelatnas Bulu Tangkis PBSI di Cipayung.

Mereka yaitu, Putri Kusuma Wardani dan Tryola Nadia. Mereka masih berusia 19 tahun.

Putri Kusuma Wardani (19) alias Putri KW meraih gelar juara di ajang Spain Masters pada tahun ini.

Ini merupakan gelar perseorangan pertama di kategori dewasa yang diraih pebulu tangkis yang kini menempati peringkat 134 dunia itu.

Baca juga: Profil Alifka Atlet Selam Banten: Bermodal Latihan di Pulau Merak, Optimis Raih Emas PON Papua

Baca juga: Cabor Gantole Banten Optimistis Raih Medali Emas di PON Papua Meski Hadapi Kendala Biaya

Sementara itu, Tryola Nadia merupakan pebulu tangkis muda potensial. Dia menempati peringkat 364 dunia di nomor ganda putri.

Tryola Nadia merupakan pebulu tangkis spesialis nomor ganda putri dan ganda campuran.

Tryola Nadia bergabung di Pelatnas Cipayung sejak 2019.

"Di Pelatnas Cipayung PBSI hampir mau 3 tahun dari 2019. Bergabung dipantau dan ada seleksi," ujarnya kepada Tribun Banten.com saat ditemui usai pelepasan atlet dan official PON XX Papua di pusat pemerintahan Kota Serang, pada Jumat (17/9/2021).

Saat ini, Tryola Nadia bertempat tinggal di Ciceri Permai, Kota Serang. Dia anak bungsu dari tiga bersaudara.

Kedua kakanya merupakan atlet tenis meja. Sedangkan ayahnya adalah pelatih tenis meja.

Dia belajar tenis meja sejak usia 4 tahun.

Sedangkan berlatih bulutangkis sejak usia 7 tahun.

"Tenis meja dari kecil umur 4 tahun, karena papah pelatih tenis meja, kalo bulu tangkis belajar dari umur 7 tahun," ujarnya.

Dia memutuskan memilih bukutangkis karena ingin tampil beda dari keluarganya.

"Suka sendiri sama bulu tangkis. Papa, keluarga atlet tenis meja, kakak dua-duanya atlet tenis meja. Ingin beda sendiri tadinya tenis meja, bulu tangkis karena tidak mau bareng sama kaka," ujarnya.

Perempuan penyuka semua jenis es krim ini sering bertanding di tingkat kejuaraan nasional hingga internasional.

"Prestasinya juara tiga Internasional pertandingan Jerman Open dan Dutch Belanda. Ada Jayaraya dan Pembangunan Jaya," tambahnya.

Baca juga: Banten Bakal Kirim Enam Atlet Taekwondo ke PON Papua, Latihan Pun Mulai Digeber

Baca juga: Jelang PON Papua 2021, 268 Atlet Provinsi Banten Terima Vaksin

Untuk kejuaraan PON XX tahun 2021, dia mengaku baru pertama kali bergabung.

Perempuan lulusan SMA Bintaro Pembangunan Jaya ini mengidolakan Liliana Natsir.

Saat ini, dia sedang fokus berlatih sehingga menunda keinginan untuk kuliah lantaran belum memiliki waktu luang.

"Fokus latihan dulu, rencana mau kuliah ada masih susah bagi waktunya karena setiap hari latihan terus, latihannya udah lama," ungkapnya.

Selama latihan, dia mengaku belum menemui kesulitan.

"Kesulitan belum ada, belum tau di Papua kayak bagaimana. Paling panasnya beda, sudah mencaritahu juga di internet," ujarnya.

Sebelum bertanding, dia mengaku sudah minta doa dari keluarga.

Dan, kedua orang tua mengharapkan agar Tryola Nadia memberikan yang terbaik untuk Banten.

"Semoga bisa memberikan terbaik. Kalau bisa emas," tambahnya.

Untuk diketahui, Provinsi Banten mengirimkan 5 perempuan atlet perempuan, dan 8 atlet laki-laki untuk cabang olahraga bulu tangkis di PON XX Papua.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved