Breaking News:

Menengok Kampung Sapu Lidi di Serang, Tetap Berproduksi Meski Dihantam Pandemi

Sapu lidi yang digunakan yakni dari kelapa sawit yang diambilnya dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dan Petir Kabupaten Serang.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Dua wanita sedang bekerja di sebuah rumah produksi sapu lidi di Desa Sindangheula, Kabupaten Serang, Provinsi Banten 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dua orang wanita tampak sibuk mengikat satu per satu sapu lidi yang sudah setengah jadi.

Masing-masing dari mereka mendapatkan tugas yang berbeda-beda mulai dari memisahkan lidi dari daunnya, memberikan gagang sapu hingga mengikatnya.

Sapu lidi yang digunakan yakni dari kelapa sawit yang diambilnya dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dan Petir Kabupaten Serang.

jemari yang tampak lincah dalam menyusun lidi satu persatu dan membentuk sebuah sapu gagang yang siap digunakan.

Mereka merupakan pekerja di sebuah rumah produksi sapu lidi di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

Desa Sindangheula memang sudah terkenal sebagai daerah penghasil sapu dan memiliki sebutan sebagai kampung sapu lidi.  

Tidak hanya tenar di Banten, bahkan kampung sapu lidi itu sudah banyak dikenal oleh warga di luar Banten. 

Baca juga: Baru 2 Bulan Jalani Usaha, Pengrajin Peti Jenazah asal Serang Langsung Kebanjiran Pesanan

Sapu produksi Desa Sindangheula itu tidak hanya dijual ke pasar-pasar tradisional di Banten seperti Pasar Induk Rau, Ciomas, Petir, dan Balaraja bahkan sampai ke Bekasi, Karawang, dan Jakarta. Ada juga yang pemasarannya sampai ke Sumatera.

Pemilik Produksi Sapu lidi Muhammad Yayan mengatakan bahwa dirinya sudah sejak tahun 2012 sudah menjalankan produksi tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved