Breaking News:

Kabupaten Lebak Terapkan Ganjil-Genap di Kawasan Wisata Tiap Akhir Pekan

Pihak Pemerintah Kabupaten Lebak mengeluarkan Instruksi Bupati Lebak Nomor 21 Tahun 2021

Kompas.com/ Acep Nazmudin
Pesona Negeri di Atas Awan Lebak Banten di Desa Citorek Kidul yang asyik buat liburan akhir pekan. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pihak Pemerintah Kabupaten Lebak mengeluarkan Instruksi Bupati Lebak Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Covid-19 di Kabupaten Lebak.

Dalam Inbup ini, terdapat aturan terbaru mengenai, pengunjung yang ingin berlibur ke tempat wisata yang di Kabupaten Lebak.

Peraturan mengatur proses Ganjil-Genap kendaraan yang dapat masuk ke tempat wisata yang berada di Lebak mulai kemarin. Nantinya aturan ganjil-genap sendiri hanya berlaku pada saat Jumat-Minggu saja sejak pukul 12.00-18.00 WIB.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin membenarkan adanya intruksi bupati terbaru tersebut.

"Jadi begini tempat wisata itu hanya 25 persen yang dapat digunakan. Selebihnya itu sudah tidak bisa. Apabila terjadi Pembludakan di tempat wisata, baru kita akan koordinasi dengan Kasat Lantas Polres Lebak untuk mengatur ganjil-genap tersebut," katanya saat dihubungi, Kamis (23/9/2021).

Imam juga menerangkan, untuk saat ini jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Lebak masih belum maksimal.

Hal tersebut lah yang menurutnya, akan kembali di atur oleh Pemkab Lebak dengan jajaran TNI-Polri dalam rangka pencegahan terjadinya lonjakan jumlah wisatawan.

Apalagi, menurutnya beberapa waktu lalu seperti di Pantai Carita sempat terjadi lonjakan pengunjung wisatawan yang melebihi kapasitas tempat wisata.

"Kalau macet seperti Carita, baru diberlakukan ganjil-genap, tujuannya itu untuj mengurai kemacetan, jangan sampai mengular kemacetannya. Kalau membludak kan artinya atrian pengunjung itu tinggi," ujarnya.

*Pengelola Tempat Wisata Diminta Untuk Awasi Pergerakan Wisatawan

Sementara itu, Imam juga meminta kepada para pihak pengelola wisata untuk tetap mengawasi jalannya keluar-masuk wisatawan yang hendak berlibur.

Apalagi, menurutnya saat ini seluruh tempat berdasarkan anjuran pemerintah pusat harua terkoneksi dengan Aplikasi PeduliLindungi.

"Semua itu baik di tempat wisata dan pusat pemerintah harus ada QR Barcodenya. Kalau saat ini baru ada di Bioskop saja, karena itu mereka kan satu managemen, jadi lebih muda," terangnya.

Untuk sementara ini, pihaknya pun meminta agar para pengelola memerhatikan wisatawan yang masuk dengan menunjukkan surat vaksinasi, sambil menunggu Dinas Kominfo mempersiapkan alat untuk menyambungkan QR Barcode tersebut ke titik tempat wisata.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved