Breaking News:

Kota Serang

Anggotanya Terlihat Memblokir Jalan Raya Serang, Perwakilan Lembaga Ormas Brigade 17 Minta Maaf

Perwakilan Lembaga Ormas Brigade 17 Mabes Laskar Merah Putih,meminta maaf terkait anggotanya yang memblokir jalan.

Penulis: mildaniati | Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Screenshot Instagram @cetul.222
Polisi membubarkan Ormas yang melakukan blokade jalan di Serang, Banten 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG -  Perwakilan Lembaga Ormas Brigade 17 Mabes Laskar Merah Putih, Rendra meminta maaf pada masyarakat terkait anggotanya yang dikabarkan memblokir jalan raya Sumur Pecung, Serang, Banten.

Dalam video yang diterima TribunBanten.com, terlihat Rendra memohon maaf atas nama pribadinya di depan kantor Kasatreskrim Mapolres Serang Kota.

"Atas nama pribadi saya mohon maaf pada masyarakat dengan kejadian ada anggota kami yang memblokir jalan raya di Sumur Pecung aksi perampasan dari matel terena," ujar Rendra dalam video permintaan maaf tersebut, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Viral Video Puluhan Ormas Blokade Jalan di Serang, Sempat Bersitegang Dengan Polisi

Rendra menyebut anggotanya melakukan kesalahan saat itu.

Polisi membubarkan Ormas yang melakukan blokade jalan di Serang, Banten
Polisi membubarkan Ormas yang melakukan blokade jalan di Serang, Banten (Screenshot Instagram @cetul.222)

Sehingga ia mohon maaf pada masyarakat Kota Serang serta kapolres dan anggota kepolisian porlantas yang telah bekerja membantu agar jalan tidak macet.

"Terimakasih sudah menegur, atas nama pribadi mohon maaf tetep semangat, kompak merdeka," ucapnya.

Perlu diketahui, pada Rabu (22/9/2021) pukul 11.00, di jalan Jendral  Ahmad Yani No 92 Kelurahan Sumur pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang tepatnya diruas jalur Ciceri Sumur Pecung Kota Serang depan kantor Verena Multifinance Serang terjadi dugaan ormas memblokade salah satu jalan.

Baca juga: Viral Video Tokoh Agama Dipukuli Anggota Ormas Hingga Terjungkal, Begini Nasib Pelakunya Kini

Anggota ormas tersebut membariskan 3 unit sepeda motor di tengah jalan.

Sekitar 3 unit sepeda motor itu yaitu Yamaha LEXI No Pol A 4674 WS.

Lalu, satu unit sepeda motor Honda Mega pro No pol A 6950 VK warna striker merah putih hitam serta satu unit Yamaha Mio.

Baca juga: Pesan Komisi Informasi Provinsi Banten bagi Warga dan Pemerintah Daerah

Kemudian Wongso Safaat, Devi, Andri dan Samsul memerintahkan pada ormas untuk memindahkan 3 unit motor namun pemilik motor hanya diam saja.

Mereka bahkan tidak mendengarkan perintah petugas.

Baca juga: Khawatir Kembali Jadi Sasaran Anarkis Perusuh, Polda Banten Dekati Ormas dan Tokoh Agama

Lalu petugas kepolisian memindahkan ketiga unit sepeda motor itu kepinggir jalan karena mengganggu lalu lintas dan menyebabkan kemacetan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved