Breaking News:

Gerah Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Perumahan di Taktakan Gotong Royong Benahi Jalan Rusak

Warga di sebuah perumahan Kelurahan Panggungjati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang gotong royong dan galang dana membangun jalan rusak

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
Dok. Warga Kelurahan Panggungjati
Kelurahan Panggungjati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang gotong royong dan galang dana membangun jalan rusak menuju perumahan. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Warga di sebuah perumahan Kelurahan Panggungjati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang gotong royong dan galang dana membangun jalan rusak menuju perumahan.

Ketua RT 03/04 KYasir Purnomo mengatakan, warga  menuntut Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) yang belum dipenuhi oleh pihak pengembang sejak tahun 2017.

Fasos itu salah satunya tempat pemakaman umum (TPU).

Sedangkan Fasum yang belum dipenuhi berupa perbaikan jalan rusak menuju perumahan akibat diterjang banjir.

Pihaknya sudah berbuat banyak dalam rangka menuntut hak warga ke pihak pengembang, namun sampai saat ini belum juga direalisasikan.

"Setiap kami menuntut perbaikan, pihak pengembang cuman janji akan segera beresin, tapi kenyataannya sampe sekarang belum ada," ujarnya pada TribunBanten.com saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Harga Perumahan di Banten Diprediksi Naik Pada Triwulan III Sebesar 1,12 Persen

Kondisi Fasum jalan memprihatinkan karena belum dilakukan pengerasan lalu ditambah diguyur hujan deras.

Sementara itu, Yasir mengaku Fasos TPU belum tersedia sehingga setiap warga yang meninggal dikuburkan di kampung halamannya masing-masing.

Menurut Yasir, warga setempat mengeluhkan terkait fasilitas yang belum selesai ini.

"Hal ini menjadikan persoalan seakan semuanya dipikul oleh warga," terangnya.

Padahal, seharusnya pemerintah hadir di tengah-tengah keresahan warga.yang sedang kesusahan.

Baca juga: Blokade Jalan, Warga Kota Serang Demo Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak

Menurut Yasir, pihaknya kini hanya bisa pasrah terhadap persoalan yang terjadi, sambil berharap pemerintah bisa ikut turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

"Karena kalau berharap ke pengembang, sepertinya dia sudah lepas tangan dan kabur jadi tidak bisa lagi ada yang diharapkan," keluhnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved