Breaking News:

Hari Tani Nasional 24 September: Lahirnya UU Pokok Agraria hingga Upaya Ketahanan Pangan

Setiap tanggal 24 September, Indonesia merayakan Hari Tani. Hari Tani, bertepatan dengan tanggal disahkannya Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahu

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Kemisah (61) dan beberapa petani perempuan tengah menanam bibit di area persawahan di tepi Jalan Cik Ditiro, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Sabtu (19/6/2021).  

TRIBUNBANTEN.COM - Setiap tanggal 24 September, Indonesia merayakan Hari Tani.

Hari Tani, bertepatan dengan tanggal disahkannya Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960.

Tanggal 24 September dipilih sebab merupakan momentum pengesahan Undang-Undang Pokok Agraria.

Hari Tani ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Sukarno Nomor 169 Tahun 1963.

Petani berperan penting menjaga ketahanan pangan nusantara.

Mulai dari menanam bibit, merawat tanaman, hingga memanen bukanlah sebuah tugas yang ringan.
Jerih payah petani Indonesia menghasilkan hasil bumi yang berkualitas menjadi latar belakang munculnya sebuah UMKM asal Jogja, Dari Bumi.

Launching kali ini diwarnai dengan perilisan sebuah video di YouTube Dari Bumi yang berjudul “Terima Kasih Petani Indonesia”.

Video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut menceritakan tentang Pak Rohman, seorang petani di Sine, Kaki Gunung Lawu.

Ia adalah seorang petani milenial yang memutuskan untuk pulang dari ibukota ke desanya dan bertani. Bunga telang, rosella ungu dan daun kelor adalah hasil bumi yang diolah oleh Pak Rohman.

Di video ini, Dari Bumi hendak mengajak untuk mengapresiasi kekayaan hasil bumi Indonesia, mempopulerkannya ke circle terdekat, menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved