Breaking News:

Berdiri Sejak 1990, Sanggar Seni Karawitan Purbasari Jadi Daya Tarik Wisata Budaya di Kota Serang

Sanggar Seni Karawitan Purbasari yang digagas oleh Saudi Sasmita atau dikenal dengan panggilan Udi (73) sudah ada sejak tahun 1990

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Mildaniati
Sanggar Seni Karawitan Purbasari di Kecamatan Curug, Kota Serang 

Di sanggar itu, Udi mengajar puluhan muridnya.

Dia mengaku belajar semua alat musik tradisional secara otodidak sejak SD.

Baca juga: Putut Sudah Tahu Kekuatan Lawan, Ini Strategi Pelatih Perserang saat Melawan PSKC Cimahi Senin Nanti

Ada gamelan, suling, degung, kendang, kecapi, selendro dan belajar nyinden atau kidung sunda.

Lagu yang biasa dibawakan beragam dari mulai versi Jawa dan Sunda, tiga di antaranya yaitu Sabilulungan, kalangkak, pileuleuyan dan lainnya.

"yang utama degung, musik daerah tangga nadanya Da mi na ti la," terangnya.

Udi juga mahir membuat ukiran kayu untuk memperbarui alat musiknya. 

Alat musik tradisonal yang dimiliki Udi  lebih dari 20 buah. 

Dia juga menceritakan dulu alat musik yang dimilikinya pernah dicuri oleh pemulung, dan hanya disisakan gong saja ditinggal di tepi sawah. 

"Cuman gong doang yang nyisa dulu dicuri, karna berat kali mangkannya ditinggal di tengah sawah," ungkap Udi. 

Di sanggar seni karawitan Purbasari, ada pula sanggar tari Nirmala, sudah ada sejak 2011 pimpinan Irma Cahya Ningsih.

Irma Cahya Ningsih adalah anak kandung Udi.

Di sanggar tari itu dipelajari tari mapag pengantin, dan lainnya yang umumnya sering digunakan saat menyambut tamu dan lainnya.

Terdapat 50 murid yang belajar menari.

"dari kampus juga ada yang belajar dari UPI, Stain datang 5 pertemuan, STIE Bina Bangsa, IAIB, Petir, Baros dan.lainnya," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved