Breaking News:

KPAI Minta PTM PAUD, TK, & SD Ditunda usai Muncul Klaster Sekolah: Peguruaan Tinggi Saja Tak Dibuka

Komisioner KPAI, Retno Listyarti, turut menanggapi munculnya klaster sekolah setelah pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka di beberapa daerah.

Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Suasana para murid pada hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa pandemi Covid-19, di SD Negeri 1 Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (18/8/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menilai PTM untuk PAUD, TK, dan SD sebaiknya tidak dibuka terlebih dahulu.

Hal ini merujuk pada  munculnya klaster Covid-19 di sekolah setelah pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka di beberapa daerah.

Di antaranya muncul klaster sekolah di Purbalingga dan Jepara, Jawa Tengah.

PTM PELAJAR - Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SD Negeri 2 Rajabasa, Senin (13/9/2021). 
Seiring penurunan status pandemi dari zona merah ke zona kuning atau dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menjadi PPKM level 3 di Kota Bandar Lampung, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas yang diikuti hanya 50 persen siswa.
Selain itu selama pembelajaran berlangsung selama 2x60 menit sehari dan berlaku di seluruh jenjang pendidikan setempat, mulai tingkat SD, SMP dan SMA .(Tribunlampung.co.id/Deni Saputra)
PTM PELAJAR - Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SD Negeri 2 Rajabasa, Senin (13/9/2021). Seiring penurunan status pandemi dari zona merah ke zona kuning atau dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menjadi PPKM level 3 di Kota Bandar Lampung, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas yang diikuti hanya 50 persen siswa. Selain itu selama pembelajaran berlangsung selama 2x60 menit sehari dan berlaku di seluruh jenjang pendidikan setempat, mulai tingkat SD, SMP dan SMA. (Tribunlampung.co.id/Deni Saputra)

Baca juga: Hindari Klaster Sekolah Saat PTM, Dinkes Kota Tangerang Sediakan Alat Swab untuk Murid dan Guru

Retno menegaskan, selain persiapan insfrastruktur pihaknya telah mendorong percepatan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun.

Selain itu, Retno juga meminta pemerintah untuk bisa bersabar.

"Sebenarnya selain infrastruktur, kami ini memang mendorong untuk adanya vaksinasi 12-17 tahun itu dipercepat."

"Dan bagi yang dibawah itu, apalagi pada kelas bawah, kelas 1,2,3, TK, dan Paud sebaiknya jangan dibuka, harus bersabar," kata Retno dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (26/9/2021).

Menurut Retno, yang seharusnya lebih dahulu dibuka adalah Perguruan Tinggi.

Pasalnya, mayoritas mahasiswa sudah divaksin dan perilakunya sudah bisa dikontrol.

"Perguruan Tinggi saja belum dibuka, harusnya mereka yang sudah dibuka, karena mereka sudah divaksin dan perilaku bisa dikontrol," imbuh Retno.

Baca juga: Waspada, Anak Rentan Terinfeksi Covid-19, KPAI Sarankan Hal Ini

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved