Breaking News:

Tanggapan Ketua MUI Kota Serang Soal Adanya Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang

Ia menuturkan bahwa sebagai Ketua MUI Kota Serang, dirinya mengaku prihatin dengan adanya kabar tersebut.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Ketua MUI Kota Serang KH. Mahmudi saat berada di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, Minggu (26/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Ketua MUI Kota Serang KH. Mahmudi menanggapi adanya kabar mengenai kerajaan Angling Dharma di daerah Pandeglang.

Ia menuturkan bahwa sebagai Ketua MUI Kota Serang, dirinya mengaku prihatin dengan adanya kabar tersebut.

"Selaku MUI Kota Serang, kami prihatin bila ada aliran-aliran yang menyimpang dan sesat yang tidak berdasar baik itu secara agama, alquran hadist ataupun yang lainnya," ujarnya saat ditemui di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, Minggu (26/9/2021).

Akan tetapi, kata dia, tentu kita harus terus antisipasi agar tidak ada aliran-aliran baru yang menyesatkan.

Baginda Sultan Iskandar Jamaluddin Firdaus, pemimpin Kerajaan Angling Dharma Pandeglang
Baginda Sultan Iskandar Jamaluddin Firdaus, pemimpin Kerajaan Angling Dharma Pandeglang (dok. pengikut Kerajaan Angling Dharma Pandeglang, Ki Jamal)

Menurutnya, jika seandainya hal semacam itu terjadi di Kota Serang, pihaknya akan secara cepat melakukan investigasi dan memberikan edukasi.

Serta tidak lepas untuk terus berkoordinasi dengan aparat setempat, dalam Polri maupun TNI.

Baca juga: Kerajaan Angling Dharma Bangun Rumah untuk Warga Pandeglang, Pengamat: Raja Prihatin

Seperti hal nya pernah terjadi di Kota Serang beberapa tahun lalu, di mana ada aliran menyimpang yakni Kerajaan Ubur-ubur.

Hal itu juga, dinilai sempat menghebohkan warga Kota Serang.

"Seperti Raja Ubur-ubur yang pernah terjadi di Kota Serang. Itu segera kita atasi dan cepat berkoordinasi dan kemudian diberikan rekomendasi untuk segera ditindak untuk diselesaikan," ujarnya.

Menurutnya jika aliran-aliran sesat semacam itu, masih ada di Kota Serang.

Maka pihaknya akan segera menyelidiki dan meneliti serta mengedukasi.

Supaya orang-orang yang bersangkutan bisa kembali kepada ajaran aslinya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved