Breaking News:

Kronologi PAUD di Kranggilan Serang Disegel Pemilik Lahan, Puluhan Anak Tak Bisa Sekolah

Satu unit sekolah PAUD Tunas Harapan di Kampung Kebon Jaya, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten disegel.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Satu unit sekolah PAUD Tunas Harapan di Kampung Kebon Jaya, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten disegel. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Satu unit sekolah PAUD Tunas Harapan di Kampung Kebon Jaya, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten disegel.

Upaya penyegelan itu dilakukan oknum yang mengaku sebagai pemilik lahan bernama Abu Bakar, ketua RW 03 Desa Kendayakan.

Abu Bakar mengklaim bangunan sekolah PAUD dan Kantor Desa Kendayakan itu berdiri di atas lahan miliknya.

Sehingga sekolah PAUD yang memiliki dua ruang kelas itu kemudian disegel.

Kepala Sekolah PAUD Tunas Harapan, Muslihat menjelaskan kronologi penyegelan itu terjadi.

Ia menyampaikan bahwa penyegelan itu bermula terjadi pada Senin (6/9/2021).

"Awalnya anak-anak mau belajar, pada hari Senin (6/9/2021) melihat bahwa pintu (ruang kelas ke dua) tersebut sudah ditutup," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Sempat Viral & Tinggal dengan Baim Wong, Kondisi Nenek Iroh Sekarang Bikin Paula Sedih: Lemes Nek?

Baca juga: Fakta Viral Bayi Dijadikan Manusia Silver, Anak Tetangga yang Dititipkan Hingga Dibayar Rp 20 Ribu

Setelah melihat satu pintu kelas ditutup, pembelajaran dilakukan hanya di satu ruang kelas.

Selebihnya para siswa belajar di depan ruang kelas.

Pada hari Selasa (7/9/2021) kemudian pembelajaran dilakukan di luar sekolah.

Hari berikutnya, tepat pada Rabu (8/9/2021) ketika pembelajaran sedang berlangsung.

Oknum bernama Abu Bakar melakukan aksi penyegelan di saat anak-anak sedang belajar.

"Pas hari rabu, anak-anak lagi belajar pintunya ditutup," ujarnya.

Pada saat dilakukan penutupan, kata dia, hal itu disaksikan langsung oleh para murid dan juga guru.

Di mana saat itu sedang berlangsung proses pembelajaran.

Akibat dari kejadian itu, Muslihat menyampaikan bahwa hal itu membuat para murid merasa trauma.

"Anak-anak trauma bahkan ada yang sakit setelah melakukan kejadian itu," ujarnya.

"Karena lagi belajar anak-anak disuruh minggir kemudian menutup pintu membuat anak ketakutan," sambungnya.

Baca juga: Viral Pensiunan Polisi Jadi Manusia Silver Untuk Bertahan Hidup, Panik Saat Terjaring Razia SatpolPP

Baca juga: Viral Video Tawuran Kelompok Remaja di Serang, Warga Heboh Ada Suara Benda Tajam Diseret ke Aspal

Kemudian ia juga menyampaikan bahwa pada saat aksi penutupan itu dilakukan.

Oknum pemilik lahan meminta pihak sekolah agar tidak melanjutkan pembelajaran di sana.

Sehingga pembelajaran dilakukan di rumah para guru.

"Karena dia melarang, bahwa setelah ini jangan ada yang belajar di sini. Makanya kita inisiatif belajar tetap berjalan, dilakukan di rumah saya dan guru saya," ujarnya.

Walaupun beberapa anak murid masih merasa trauma, kata dia, tapi pembelajaran tetap berjalan normal.

Kemusian akibat dari kejadian itu, pihaknya melapor ke pihak Desa dan Polsek setempat.

Sehingga kemudian ditindaklanjuti dengan mengirim surat kepada Bupati Serang.

Menurutnya hal ini, juga sempat terjadi pada tahun 2019.

Di mana pada saat itu, oknum tersebut melakukan penggembokkan.

"Kalau dulu sampai digembok pintunya, kemudian di palang juga," ujarnya.

Namun pada saat itu, kata dia, masyarakat setempat secara kompak membuka sekolah tersebut.

Sehingga pembelajaran berjalan dengan normal, bahkan hingga tahun 2020 pun aksi tersebut tidak pernah terjadi lagi.

Baca juga: Viral! Beredar Video Pelaku Pungli Intimidasi Pedagang Somay di Ciledug, Bawa Nama Anak Yatim

Baca juga: Viral Tubuh Bayi Dicat Jadi Manusia Silver di Tangsel, Satpol PP: Pelakunya Bisa Kena Sanksi Pidana

Namun tahun ini, aksi tersebut kembali terjadi hingga viral di media sosial.

Dengan adanya kejadian tereebut, pihaknya meminta agar persoalan ini segera berakhir.

Sehingga proses belajar mengajar anak-anak, kata dia, bisa berjalan normal kembali.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved