Breaking News:

Momen Bupati Serang Datangi PAUD yang Disegel Oknum Warga, Bantu Cari Solusi

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Forkopimda Kabupaten Serang mengunjungi PAUD Tunas Harapan.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat sedang musyawarah di Kantor Desa 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Forkopimda Kabupaten Serang mengunjungi PAUD Tunas Harapan.

PAUD Tunas Harapan setelah ditutup oleh seorang pria yang belakangan mengaku sebagai pemilik lahan.

PAUD Tunas Harapan beralamat di Kampung Kebon Jaya, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten.

Ratu Tatu mendatangi lokasi itu untuk bermusyawah dengan pihak-pihak yang terkait.

Baca juga: 691 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Serang Dimutasi, Ratu Tatu: Gerak Cepat Bekerja!

Baca juga: Bupati Serang Ratu Tatu Targetkan 70% Vaksinasi pada Desember, Presiden Jokowi Ingatkan Sinergi

Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com pada Senin (27/9/2021) Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah musyawarah bersama pihak yang mengaku pemilik lahan di Kantor Desa Kendayakan.

Dia didampingi oleh Kadindik Kabupaten Serang, Camat Kragilan, Lurah Kendayakan beserta Kapolsek dan Danramil setempat.

Turut hadir dalam musyawah tersebut, mulai dari pihak Abu Bakar beserta dua anaknya.

Di mana Abu Bakar merupakan pihak yang mengaku bahwa lahan atas bangunan sekolah PAUD dan Kantor Desa adalah lahan miliknya.

Serta Amar yang mengaku sebagai ahli waris, atau pemilik yang sesungguhnya.

Dalam musyawarah tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta penjelasan kepada pihak Abu.

Alasan dari pihak Abu Bakar, mengapa dirinya menyegel sekolah PAUD Tunas Harapan yang letaknya tepat di samping Kantor Desa.

Kemudian pihak Abu Bakar menjelaskan bahwa alasannya menutup sekolah tersebut.

Lantaran tanah yang ditempati PAUD dan Kantor Desa adalah milik orang tuanya atas nama Asmunah.

Dengan bukti Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang ditunjukkan kepada Bupati Serang.

Menurutnya dengan bukti tersebut, tanah itu sah milik keluarganya.

Sehingga meminta pihak aparat Desa dan PAUD agar mengembalikan hak kepemilikannya.

"Ini kan sudah jelas ada SPPT, walaupun tidak ada sertifikat," ujar pihak Abu Bakar.

Kemudian dengan adanya SPPT tersebut, pihaknya ingin mengurus surat tanah itu.

Di mana pihak Abu Bakar menginginkan agar bukti SPPT tersebut menjadi sertifikat tanah.

Dari Asmunah kepada ahli warisnya yakni Abu Bakar sebagai anak kandungnya.

Sementara Amar, selaku pihak yang mengklaim bahwa tanah tersebut adalah milik orang tuanya.

Ia mengatakan bahwa tanah itu sebenarnya milik kakeknya atas nama H. Madumang yang dibeli dari Asmunah.

Di mana saat itu H. Madumang menjabat sebagai Kepala Desa Kendayakan.

"Ini sudah diperjual belikan oleh Kakek saya sebagai Kepala Desa Kendayakan. Berdasarkan segel atas nama Asmunah," ujarnya pada saat musyawarah.

Baca juga: Sambut HUT PMI, Ratu Tatu Serukan Kebersamaan Tangani Pandemi Covid-19

Baca juga: Selamat! Pemkab Serang 10 Kali WTP, Dapat Penghargaan dari Kemenkeu, Bupati Ratu Tatu: Tidak Mudah

Surat segel atas jual beli tersebut pun, ia perlihatkan kepada Bupati Serang.

Ia mengklaim bahwa dengan surat segel jual beli tersebut, itu sebagai bukti jelas.

Di mana dalam surat segel tersebut, Asmunah telah menjual tanahnya kepada H. Madumang.

Tanah tersebut dihibahkan untuk dibangun kantor Desa sejak tahun 1980 hingga tahun 2021 ini.

Kemudian Amar mempertanyakan kepada pihak Abu Bakar, bahwa kenapa mereka tidak menggugat ketika orang tuanya masih hidup.

"Kenapa ketika orang tua saya masih hidup, keluarga pak Abu tidak menggunggat pada waktu itu," ujarnya.

Kemudian Amar menyampaikan bahwa dirinya mengetahui bahwa sekolah PAUD itu ditutup oleh pihak Abu Bakar.

Ia mengetahui informasi itu dari pihak Kepala Sekolah PAUD.

Musyawarah tersebut sempat bersitegang antara pihak Amar dan juga pihak Abu Bakar.

Namun Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah selaku Kepala Daerah Kabupaten Serang langsung melerai perdebatan itu dan memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak.

"Saya mohon untuk tidak saling berdebat, kita di sini mau mencari penyelesaian," ujar Bupati Serang.

Baca juga: Buka MTQ Kabupaten Serang 2021, Ratu Tatu Minta Wakil Tuan Rumah Raih Predikat Terbaik

Baca juga: Sasar 70% Warga Kabupaten Serang Divaksin, Bupati Ratu Tatu Targetkan 31 Desember Selesai

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di sana, yaitu untuk mencari titik temu permasalahan yang terjadi.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya tidak memihak kepada siapapun.

Sehingga meminta kepada semua pihak agar tidak saling berdebat.

Menurutnya agar pokok permasalahan tersebut menemukan titik temu.

Kemudian Bupati Serang menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan ke ranah hukum.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved