Breaking News:

Rencana Pemisahan dari PT BGD, Direktur Utama Bank Banten: Semoga Kinerja Semakin Terakselerasi

Agus meyakini dengan pemisahan ini membuka ruang seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Banten untuk menempatkan dana

dokumentasi Bank Banten
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) membahas pemisahan Bank Banten dari PT BGD di ruang Rapat Aula Setda KP3B, Curug Kota Serang, di Serang, Jumat (24/9/2021). 

TRIBUNBANTEN.COm, SERANG - Pemprov Banten akan langsung menjadi pemegang saham penuh setelah Bank Banten menjadi badan usaha milik daerah (BUMD) baru.

Rencananya, Bank Banten dan PT Banten Global Development (BGD) akan berpisah.

Pemisahan ini sudah disetujui Pemprov Banten.

Pembahasan itu digelar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  yang digelar di ruang Rapat Aula Setda KP3B, Curug Kota Serang, di Serang, Jumat (24/9/2021).

RUPS LB itu dihadiri perwakilan pemegang saham pengendali terakhir (PSPT), Plt Sekda Banten Muhtarom, dan Kabiro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Banten Ahmad Syaukani.

Baca juga: Perkuat Strategi Layanan Digital, Bank Banten Gandeng FDS Gunakan Teknologi Amazon Web Sevices

Adapun dari PT BGD adalah Plt Dirut Ahmad Fathoni Segia, Direktur Entis Kusnendar, Komisaris Utama Ayip Muflikh, Komisaris Razid Chaniago, dan Komisaris Koesnan A Halim. 

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin, mengapresiasi rencana pemisahan tersebut.

Dia mengaku perseroan mendukung penuh Pemprov Banten sebagai PSPT.

“Insyaallah kinerja Bank Banten akan lebih baik setelah pisah dari PT BGD," ujarnya lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Senin (27/9/2021).

Agus meyakini dengan pemisahan ini membuka ruang seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Banten untuk menempatkan dana.

Baca juga: Pendapatan Bank Banten Naik 262% per 10 Agustus 2021, Dirut: Kami Optimistis Raih Laba Akhir 2021

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved