Breaking News:

Kota Tangerang

Strategi Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah Antisipasi Lonjakan Covid-19 Gelombang Ketiga

Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah kini tengah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 gelombang ketiga.

Kompas.com/Singgih Wiryono
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di UPTD Kendaraan bermotor Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Rabu (19/2/2020) 

TRIBUNBANTEN.COM - Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah kini tengah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 gelombang ketiga.

Melansir Tribun Tangerang, Arief menyebut salah satu skenario yakni masyarakat wajib  menggunakan aplikasi PeduliLindungi di setiap titik keramaian.

"Sekarang ini kita sedang melakukan pemetaan dan pendataan, pada titik-titik yang ramai, untuk bisa didaftarkan pada Aplikasi PeduliLindungi," ujar Arief Wismansyah.

Baca juga: Gelombang Covid-19 Ketiga Diprediksi Desember 2021, RSUD Kabupaten Tangerang Siapkan Strategi Ini

Dia mengatakannya saat memberi keterangan kepada awak media seusai meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pekerja pemulung di TPA Rawa Kucing, Neglasari, Kota  Tangerang, Selasa(28/9/2021).

"Titik keramaian ini seperti perkantoran, sarana olahraga, pertokoan, dan titik keramaian lainnya," ujarnya lagi.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di UPTD Kendaraan bermotor Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Rabu (19/2/2020)
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di UPTD Kendaraan bermotor Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Rabu (19/2/2020) (Kompas.com/Singgih Wiryono)

Akan tetapi, kata Arief, pemetaan dan pendataan titik keramaian di Kota Tangerang, belum bisa didaftarkan pada aplikasi PeduliLindungi.

Alasannya, akses pendaftaran lokasi keramaian agar terdaftar pada aplikasi itu masih dikendalikan oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Jumlah Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Menurun Drastis, Kini Hanya Satu Orang

"Nah kesulitannya kemarin ini adalah setiap tempat yang ingin kita daftarkan aplikasi PeduliLindungi, masih belum bisa."

"Karena memang perlu akses dari pemerintah pusat untuk mendaftarkannya," ujarnya.

Oleh karena itu, Arief berharap, akses pendaftaran lokasi melalui aplikasi PeduliLindungi dapat diserahkan kepada pemerintah derah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved