Breaking News:

Electrifying Agriculture Gagasan PLN untuk Petani, Tingkatkan Produktivitas 3 Kali Lipat dan Efisien

Para petani beralih ke alat-alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis listrik, dari sebelumnya memakai alsintan berbahan bakar fosil yang mahal dan

dokumentasi PLN
Program Electrifying Agriculture yang digagas PLN terbukti telah membawa sektor pertanian menjadi lebih maju dan modern. 

Sejak menggunakan mesin penggilingan padi listrik ini, produktivitasnya naik menjadi 5 ton per jam dari sebelumnya 7 ton per hari. 

“Penghasilan ibu saya pun naik menjadi Rp 14 juta per bulan dari Rp 4,5 juta per bulan, Electrifying Agriculture ini betul-betul membantu petani,” katanya.

Direktur Niaga dan Manajemen PLN Bob Saril menyebutkan jumlah petani yang tercatat sebagai pelanggan berpartisipasi Electrifying Agriculture ini mencapai 124 ribu petani di seluruh Indonesia.

Mayoritas petani telah beralih menggunakan pompa dan mesin penggilingan padi listrik.

Petani bawang merah mengadopsi teknologi perangkap hama berbasis lampu, petani kebun buah naga menggunakan rekayasa teknologi lampu (light trap) hingga peternak ayam yang menggunakan sistem kandang tertutup (closed house).

PLN berpartisipasi aktif di progam ini untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas petani. Kedua hal ini akan memudahkan petani go digital untuk menjual produknya di marketplace,” ucap Bob. 

Dia berharap, program ini dapat mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 

PLN pun siap memasok listrik yang andal ke lumbung pangan atau Food Estate yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: PLN Mendukung Usaha Kopi Pesantren di Cilegon, Omzet Melonjak 4 Kali Lipat hingga Rp 12,5 Juta/Bulan

Kasdi Subagyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian mengapresiasi langkah PLN yang menggagas Electrifying Agriculture.

Menurut Kasdi, kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan PLN di program ini merupakan satu di antara lima misi Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian modern.

Kerja sama dengan PLN adalah inovasi dan hasil kolaborasi yang sudah terbukti manfaatnya, seperti light trap perangkap hama dan irigasi listrik.

"Ke depannya, kami berharap PLN bisa menyediakan potensi energi yang  ada di sentra pertanian, seperti energi matahari, air, dan lainnya yang bisa ditransformasikan menjadi  energi listrik,” ujar Kasdi.

Ketua Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan Kementan, Sandi Octa Susila menilai, Electrifying Agriculture merupakan lompatan besar yang dilakukan PLN untuk mendukung sektor pertanian.

Program ini berhasil meningkatkan produktivitas dan memangkas biaya operasional petani hingga 60 persen.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved