Breaking News:

MUI Persilakan Umat Rapatkan Shaf Salat Berjamaah di Masjid, Satgas Covid-19: Tetap Patuhi Prokes!

Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan umat Islam untuk merapatkan Saf (barisan) saat beribadah.

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Tajudin
Wali Kota Serang Syafrudin melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, Kamis (13/5/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan umat Islam untuk merapatkan Saf (barisan) saat beribadah.

Upaya memperbolehkan itu karena telah terjadi penurunan angka positif Covid-19 di beberapa wilayah.

Hanya saja, MUI meminta para jamaah ketika beribadah tetap memakai masker.

KH Cholil Navis dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat cuit di akun twitter pribadinya @cholilnavis terkait pembolehan ini, pada Kamis kemarin (30/9/2021).

“Silakan rapatkan shaftnya tapi memakai masker dan jaga protokel kesehatan, khususnya di daerah level 1. Sebab, dalam fatwa MUI, sudah dijelaskan perubahan cara ibadah tergantung situasi Covid-19 setempat,” katanya.

Baca juga: Bakal Dilaporkan Warganet ke Polisi, Lesti & Rizky Billar Temui Pengacara: Yang Fitnah Kita Hajar

Baca juga: Geger Muncul Aliran Hakdzat di Pandeglang, Takbirnya Berbeda dan Salat Tanpa Rukuk, MUI Ungkap Fakta

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat senantiasa taat protokol kesehatan.

Wiku juga mengingatkan, kegiatan ibadah di rumah ibadah dengan berjamaah harus terus tetap mengikuti aturan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan.

"Prinsipnya, level satu dalam asesmen leveling dan zona hijau dalam sistem zonasi adalah hasil penilaian yang paling baik melalui perhitungan berbagai indikator. Walau begitu, bukan berarti kita bisa lalai dengan situasi yang tergolong aman tersebut karena Covid-19 masih ada di sekitar kita," ujar dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Wiku juga mengemukakan, berdasarkan analisis ada 26 kabupaten kota di luar pulau Jawa-Bali yang telah memasuki level satu adalah Kabupaten Lampung.

Lalu, ada penambahan wilayah di Jawa-Bali yang masuk level 1, yaitu Kabupaten Blitar di Jawa Timur.

Wiku juga mengatakan, sampai saat ini pengaturan kegiatan ibadah di rumah ibadah atau berjamaah tetap memakai indikator yang disepakati.

Baca juga: Tanggapan Ketua MUI Kota Serang Soal Adanya Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang

Baca juga: Didesak Warganet untuk Segera Temui Indro Warkop, Alfin Warkopi Akui Sempat Minta Izin dari Awal

Pemerintah juga masih menunggu dari kementerian Agama terkait perincian pembolehan ibadah di rumah ibadah dan pengaturan lainnya sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

"Ke depannya, jika diterapkan perubahan pengaturan khususnya pedoman beribadah secara rinci di rumah ibadah akan disampaikan oleh Kementerian Agama yang sebelumnya telah melalui kesepakatan lintas kementerian lembaga," kata Wiku.

Tulisan ini sudah tayang di kompas.tv berjudul MUI Bolehkan Rapatkan Saf Ketika Salat, Satgas Covid Ingatkan agar Taat Prokes

https://www.kompas.tv/article/217252/mui-bolehkan-rapatkan-saf-ketika-salat-satgas-covid-ingatkan-agar-taat-prokes?page=all

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved