Breaking News:

News

Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia, Ahli Virus Prediksi Terjadi di Desember 2021

Gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia diprediksi akan terjadi pada Desember 2021 mendatang.

Tribunnews/Danny Permana
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Pemerintah telah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat penanganan virus COVID-19, dan tempat tersebut akan menjadi rumah isolasi bagi pasien mulai Sabtu 21 Maret 2020. 

TRIBUNBANTEN.COM - Gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia diprediksi akan terjadi pada Desember 2021 mendatang.

Melansir Tribunnews, hal itu dikatakan oleh ahli virologi dan Guru Besar Universitas Udayana, Prof Dr drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika memprediksi akan terjadi sekitar Desember 2021 hingga Februari 2022.

"Awal 2022 kita bisa mengatakan virus masih ada di sekitar kita, tapi dampak pandemi bisa kita minimalisir. Sekarang gelombang ketiga pasti terjadi," ujarnya dalam diskusi virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (30/9/2021).

Berdasarkan pola lonjakan yang  terjadi sebelumnya di Indonesia, kata Prof Gusti, gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi antara Januari hingga Februari maupun Juli hingga Agustus.

Baca juga: 25 Siswa SMP di Kota Tangerang Positif Covid-19 Setelah Pembelajaran Tatap Muka, Begini Kata Dinkes

Mahardika mengatakan, gelombang ketiga Covid-19 yang dimaksudnya adalah dalam hal jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kalau kasus yang dimaksud adalah terkonfirmasi positif Covid-19 gelombang ke-3, itu pasti akan dihadapi Indonesia," kata Mahardika.

Tapi ia tidak hanya mengkhawatirkan gelombang ketiga  peningkatan kasus tekonfirmasi positif Covid-19, tetapi juga jumlah orang yang masuk rumah sakit dengan gejala berat dan kasus meninggal akibat Covid-19.

Baca juga: Tes Secara Acak di SMP Tangerang, Puluhan Pelajar hingga Guru Terinfeksi Covid-19

"Kalau dari kasus, ya pasti. Tetapi mudah-mudahan tidak ada gelombang ketiga untuk jumlah orang yang masuk rumah sakit sehingga kewalahan dan jumlah orang yang meninggal dunia," ujarnya.

Menurutnya, situasi dan kondisinya tidak separah saat gelombang kedua terjadi pada Juli-Agustus 2021 lalu, apalagi jika intervensi vaksinasi terus meluas dengan cakupan di atas 70 persen.

Baca juga: 477 Santri dan Kiai Banten Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Mahardika merujuk pada lonjakan kasus di sejumlah negara yang memiliki cakupan vaksinasi di atas 50 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved