Breaking News:

Mengaku Dirampok Padahal Kalah Judi Rp 300 Juta, Modus Wanita ini Terungkap saat Polisi Turun Tangan

Awalnya mengaku dirampok, kebohongan wanita ini akhirnya terungkap setelah polisi turun tangan.

hai.grid.id
Ilustrasi Uang-Syarat dan Cara Dapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Bantuan UMKM Diperpanjang hingga Desember 2020. 

TRIBUNBANTEN.COM - Baru-baru ini video yang memperlihatkan seorang wanita tampak panik, viral di media sosial.

Wanita tersebut mengaku dirampok di daerah Pasar Sungai Durian, Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (1/10/2021)

Ia mengatakan uang senilai Rp300 juta yang baru dia ambil dari bank, raib diambil pencuri saat memarkirkan mobilnya di pasar tersebut.

Baca juga: Diperiksa Polisi, ini Pengakuan Wanita yang Menjadi Korban Modus Oknum Polisi di Kota Tangerang

"Barusan kejadian di pasar sungai durian, mobil merah setelah ambil uang dari bank 300 juta milik bosnya."

"Ditinggal sebentar belanja hilang dibobol pencurian," kata seorang pria dalam video yang diunggah di Instagram @memomedsos, Minggu (3/10/2021).

Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita menangis sambil mencoba menghubungi seseorang melalui ponselnya.

Ia tampak panik karena mengaku uang Rp 300 juta yang baru ia ambil milik bosnya raup dirampok.

Lantas informasi mengenai wanita tersebut dengan cepat menyebar melalui WhatsApp Group dan membuat geger warga.

Ternyata, setelah dilakukan penyelidikan dan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) oleh polisi, tidak ditemukan bukti-bukti.

Akhirnya wanita yang berinisial S itu mengaku dirinya telah berbohong.

Baca juga: Curi Perhiasan Rp 300 Juta, Komplotan Maling Modus Jadi Petugas Listrik di Rumah Mewah Cilandak

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Sintang Iptu Sutikno melalui keterangan tertulis, Minggu (3/10/2021).

“Dalam penyelidikan dan cek TKP tidak ada indikasi uangnya hilang."

"Setelah didalami, akhirnya S mengakui bahwa dia berbohong,” ujar Sutikno dikutip dari Kompas.com.

Sutikno kemudian mengungkapkan S merupakan warga Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Motif S berbohong karena yang bersangkutan kehabisan uang Rp 300 juta untuk digunakan memasang judi togel.

"S ini berbohong karena kehabisan uang setelah kalah berjudi," kata Sutikno.

Baca juga: Polisi Ungkap Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Kabid Humas: Jangan Beraksi di Wilayah Polda Banten!

Dijelaskan Sutikno, alasan S mengaku dirampok juga dilatarbelakangi uang tersebut milik orang lain.

Namun, untuk permasalahan itu, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan.

“Karena sudah menggunakan uang orang lain tanpa izin untuk berjudi hingga habis ratusan juta maka dibuatkan alibi seolah-olah uangnya hilang dirampok."

"Padahal semua itu bohong. Uangnya tidak ada karena sudah habis dipakai berjudi,” jelas Sutikno.

Untuk penanganan selanjutnya, terang Sutikno, S kemudian membuat rekaman video ucapan permohonan maaf.

Video tersebut juga telah diunggah ke media sosial Polsek Sintang.

(TRIBUNBANTEN.COM/KOMPAS.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved