Breaking News:

Tabung Gas Elpiji 3 Kg Tidak Lagi Dijual Bebas pada 2022, Sistem Berubah Jadi Berbasis Orang

Hal itu karena sistem penyaluran yang terbuka sehingga semua orang mudah membeli gas elpiji 3 kg.

Tribunbanten.com/Rizki Asdiarman
Ilustrasi gas elpiji 3 kilogram 

TRIBUNBANTEN.COM - Mulai tahun depan, pemerintah berencana mengubah sistem penyaluran subsidi gas elpiji 3 kg,

Gas elpiji 3 kg adalah barang bersubsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin.

Namun, banyak golongan orang mampu dan kelompok ekonomi menengah ke atas memakai gas elpiji 3 kg.

Hal itu karena sistem penyaluran yang terbuka sehingga semua orang mudah membeli gas elpiji 3 kg.

Pemerintah akan memulai reformasi subsidi energi gas elpiji 3 kg dari berbasis komoditas menjadi berbasis orang pada 2022.

Baca juga: Cara Menjadi Agen Elpiji 3 Kg dan Membuka Pangkalan LPG 3 Kg, Ini Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi

Subsidi berbasis orang ini dilakukan agar kualitas belanja negara semakin meningkat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu, mengatakan, subsidi akan lebih tepat sasaran dan diterima 40 persen masyarakat termiskin.

"Kita tahu bahwa belanja negara harus semakin berkualitas. Reformasi akan dilakukan secara bertahap dan kita mulai di tahun 2022 melanjutkan reformasi yang selama ini kita lakukan," kata Febrio dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Tercatat untuk tahun 2022, anggaran Rp 134 triliun untuk subsidi energi, seperti jenis BBM solar, subsidi elpiji tabung 3 kg, dan subsidi listrik.

Penyaluran subsidi berbasis orang pada tahun 2022 dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan banyak aspek, khususnya kondisi ekonomi masyarakat. 

Baca juga: LPG 3 Kg Dikabarkan Langka di Kota Tangerang, PT Pertamina Pastikan Stok Tersedia

"Jadi kalau ada belanja yang tidak baik, tidak efektif, misalnya perlinsos kita nyasarnya 40 persen termiskin, kalau ada program subsidi yang banyak dinikmati oleh bukan yang 40 persen termiskin, itu harus di-reform," ucap dia.

Subsidi energi termasuk belanja human capital dari sisi perlindungan sosial.

APBN memprioritaskan cukup banyak anggaran untuk pembangunan sumber daya manusia.

Untuk belanja pendidikan, pemerintah mengalokasikan 20 persen dari total anggaran belanja.

Adapun kesehatan, belanja harus 5 persen dari total anggaran.

Anggaran kesehatan ini sempat melonjak dengan porsi sampai 9 persen dari APBN ketika pandemi Covid-19.

"(Belanja) Ketiga dari human capital adalah perlinsos yaitu belanja untuk menambah daya beli kelompok miskin dan rentan, kita kategorikan sebagai 40 persen termiskin. Tiga ini tadi sangar besar dan itulah prioritas pertama dari APBN kita," ujar Febrio.

Baca juga: Di Rumah Aja, Perlu BBM atau LPG? Hubungi Pertamina Call Center 135

Sebelumnya dalam rapat paripurna, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan melakukan upaya penyempurnaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan melakukan verifikasi dan validasi secara reguler untuk pelaksanaan subsidi tersebut.

Pihaknya bakal mendorong pembangunan sistem yang terintegrasi dengan data sasaran penerima subsidi.

Hal ini dilakukan untuk memastikan subsidi, termasuk subsidi energi dalam gas elpiji 3 kg diberikan kepada golongan masyarakat yang perlu dilindungi.

Saat ini, pemberian subsidi kerap "melenceng" karena ketidakakuratan data.

Data Kemenkeu mencatat subsidi elpiji 3 kg hanya dinikmati oleh 36 persen dari 40 persen masyarakat termiskin di Indonesia.

Di sisi lain, 40 persen orang terkaya justru menikmati 39,5 persen dari total subsidi.

Subsidi berjalan dengan konsep harga yang tepat namun tetap melindungi masyarakat miskin dan masyarakat rentan.

"Dana yang berhasil dihemat akan digunakan untuk meningkatkan anggaran perlindungan sosial, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur," kata Sri Mulyani.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Siap-siap, Pemerintah Bakal Salurkan Subsidi Elpiji 3 Kg Berbasis Orang

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved