Breaking News:

Eks Kades Telaga Korupsi Dana Desa Rp 493 Juta, Uangnya untuk Bayar Utang

Mantan Kepala Desa Telaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Habibullah ditetapkan sebagai tersangka.

Editor: Glery Lazuardi
Kompas via Kompas.com
Ilustrasi korupsi dan mark up 

TRIBUNBANTEN.COM - Mantan Kepala Desa Telaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Habibullah ditetapkan sebagai tersangka.

Habibullah diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana desa tahun 2019-2020 senilai Rp 2,6 Miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Serang Jonitrianto Andra mengonfirmasi penetapan status tersangka kepada Habibullah.

"Kami tetapkan mantan Kades Telaga sebagai tersangka korupsi dana desa tahun 2019-2020," ujarnya, seperti dilansir dari laman Kompas.com, pada Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Kerap Berpenampilan Mewah, Bendahara Puskesmas di Medan Korupsi Dana BPJS Rp 2,4 Miliar

Baca juga: Oknum Pejabat Dinsos Lebak Dicopot dari Jabatan, Diduga Tilep Rp 341 Juta untuk Korban Bencana

Tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan Habibullah itu membuat negara mengalami kerugian sebesar Rp 493 juta.

Pada 2019-2020 Desa Telaga mendapatkan alokasi dana desa senilai Rp 2,6 Miliar.

Upaya penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik memeriksa 24 orang saksi dari perangkat desa dan pengusaha.

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu terungkap, kata dia, tersangka diduga melakukan beberapa proyek infrastruktur fiktif di desanya seperti pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT).
Selain itu, pekerjaan beberapa pembangunan jalan dan gorong-gorong tidak sesuai spesifikasinya dengan membuat laporan pertanggungjawaban yang dimanipulasi atau markup harga barang oleh tersangka.

"Jadi ada kegiatan fiktif seperti pembangunan lima TPT tapi dikerjakan hanya satu saja. Ada juga pembangunan jalan tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya), dibuat mahal harganya kemudian dicairkannya penuh, pajak juga tidak dbayarkan," ungkap Andra.

Baca juga: Tiga Terdakwa Tak Hadir, Sidang Korupsi Pengadaan Masker Dinkes Banten Ditunda

Baca juga: Tanggapan Kepala Dindikbud Banten Soal Dugaan Korupsi Studi kelayakan: Kini Harus Lebih Hati-Hati

Diungkapkan Andra, uang hasil korupsi digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya, termasuk membayar utang yang dimiliki.

"Pengakuan sementara tersangka, uang itu digunakan untuk bayar utang," kata Andra.

Tersangka kini dijerat dengan pasal 2 (1) dan pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mantan Kades Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Uangnya Dipakai Bayar Utang"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved