Breaking News:

Inspirasi Kain Tenun Suku Baduy yang Sesuai Untuk Berbagai Acara

Rahmatullah penata busana, memodifikasi kain tenun Suku Baduy menjadi modern tanpa dijahit sehingga cocok dipakai di acara pernikahan.

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Rahmatullah (35) dan seorang model pengantin tema baduy komersil usai menghadiri acara fashion show di jalan raya Anyer Km 20, Desa Cikoneng Serang Banten dalam acara Anyer MUA Vencor Community (AMVC), Selasa (5/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Rahmatullah penata busana, memodifikasi kain tenun Suku Baduy menjadi modern tanpa dijahit sehingga cocok dipakai di acara pernikahan.

Busana itu bertema 'Baduy Komersil'.

Pria berusia 35 tahun itu terinspirasi setelah menonton video Youtube. Video itu menampilkan
prosesi pernikahan orang Baduy.

"Awalnya engga sengaja ada undangan hunting di (Benteng,-red) Speelwijk dan kekurangan properti, kebetulan ada kain baduy jadi di otak-atik akhirnya jadilah seperti ini," ujarnya pada TribunBanten.com saat ditemui di Villa Marina Anyer, di jalan raya Anyer Km 20, Desa Cikoneng Serang Banten dalam acara Anyer MUA Vencor Community (AMVC), Selasa (5/10/2021)

Baca juga: Ikuti Defile di Opening Ceremony PON XX Papua 2021, Kontingen Banten Pakai Baju Adat Baduy

Baca juga: Alumni Akpol 1999 Gelar Vaksinasi Massal Untuk Warga Baduy

Untuk merancang kain menjadi baju, dia membutuhkan waktu 30 menit dan untuk makeup 40-60 menit, sehingga secara keseluruhan membutuhkan waktu selama 1 jam 30 menit.

Dia dibantu oleh Grup blessing bersama Makeup Artis (MUA) Neng zainal dari Kabupaten Serang.

Pakaian adat Baduy itu pun ditampilkan dalam acara fashin show.

Masing-masing peserta mengangkat pakaian adat nusantara lainnya.

"Melibatkan tim untuk prosesnya," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved