Breaking News:

Oknum Pejabat Dinsos Lebak Dicopot dari Jabatan, Diduga 'Tilep' Rp 341 Juta untuk Korban Bencana

ET, dicopot dari jabatan Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Lebak.

TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Kantor Dinas Sosial Kabupaten Lebak 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - ET, dicopot dari jabatan Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Lebak.

Upaya pencopotan itu dilakukan setelah ET diduga terlibat kasus korupsi pengadaan bantuan bencana alam di 'Bumi Multatuli'.

Baca juga: Kerap Berpenampilan Mewah, Bendahara Puskesmas di Medan Korupsi Dana BPJS Rp 2,4 Miliar

Baca juga: Ketika Terdakwa Kasus Korupsi Masker Emosional di Ruang Sidang, Nangis dan Dipeluk Seorang Pria

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra membenarkan pencopotan terhadap yang bersangkutan.

"Iya betul yang bersangkutan sudah diberhentikan dari jabatannya oleh Bupati langsung," kata dia, saat dikonfirmasi, pada Rabu (6/10/2021).

Saat ini, kata dia, ET hanya menjadi staf biasa.

ET, menurut dia, masih belum terlihat di kantor setelah kasus yang menimpa dirinya menjadi sorotan beberapa hari terakhir.

Untuk tahapan selanjutnya, dia mengaku masih menunggu tindak lanjut dari Inspektorat dalam penyelesaian kasus korupsi pengadaan bantuan bencana alam tersebut.

"Yang bersangkutan masih belum terlihat di kantor, nanti akan kita berikan sanksi untuk tindakan indisipliner yang dilakukan oleh yang bersangkutan," terangnya.

Untuk diketahui, oknum pejabat di Dinas Sosial Kabupaten Lebak berinisial ET diduga terlibat kasus pidana korupsi bantuan korban bencana alam tahun 2021.

Berdasarkan data yang diperoleh, total dana bantuan yang diambil oleh pelaku Rp 341 juta.

Baca juga: Sempat Ditunda 2 Pekan, Sidang Kasus Korupsi Pengadaan Masker KN95 Digelar Lagi Hari Ini

Baca juga: Cegah Korupsi, Gubernur WH Ajak Pejabat dan ASN di Banten Sedekah

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra membenarkan adanya bantuan yang di ambil oleh pegawainya tidak disalurkan oleh salah satu pegawainya.

"Kita dalami informasi tersebut dan lakukan investigasi ke lapangan. Ternyata benar, uang yang disalurkan tidak sesuai dengan nilai bantuan dari pemerintah daerah. Setelah ditanya, dia mengakui menilep uang bantuan. Walaupun sekarang untuk yang Curugbitung udah selesai," ujarnya saat ditemui di Rangkasbitung, Kamis (30/9/2021).

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved