Breaking News:

BPCB Pelajari Sistem Perairan pada Masa Kesultanan Banten

Pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten melakukan ekskavasi jalur air peninggalan Kesultanan Banten, Kamis (7/10/2021).

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Mildaniati
Proses penggalian atau ekskavasi di situs jalur air Pangindelan peninggalan masa kesultanan Banten, Kamis (7/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten melakukan ekskavasi jalur air peninggalan Kesultanan Banten, Kamis (7/10/2021).

Kegiatan ekskavasi jalur air peninggalan Kesultanan Banten itu berlangsung sejak Jumat (1/10/2021) sampai (30/10/2021).

Teknologi zaman Kesultanan Banten itu sudah ada sejak sekitar tahun 1703.

Ekskavasi adalah upaya penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala.

Upaya ekskavasi dilakukan di tiga titik. Yaitu Danau Tasikardi ke Pangindelan Abang, Pangindelan Abang ke Pangindelan Putih dan Pangindelan Putih ke Pangindelan Emas di Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen.

Jarak antara satu kotak galian ke kotak lain sekitar 50 meter. Difungsikan untuk proses penjernihan air yang akan dialirkan ke keraton Surosowan.

Baca juga: Melihat Artefak Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Sebagian Terbuat dari Keramik dan Gerabah

Staf Kelompok Kerja Pemugaran BPCB Banten, Bayu Aryanto mengatakan kegiatan itu adalah salah satu program BPCB untuk mengetahui sistem jalur air dari Tasikardi ke Surosowan.

"Selama ini kan disebut ada pangindelan untuk mengendapkan air dari Tasikardi ke Surosowan, sampai di Surosowan air yang tadinya keruh jadi jernih," ujarnya saat ditemui di lokasi ekskavasi.

Untuk itu, dia mengaku ingin mengetahui apakah benar hipotesa itu dan bagaimana sistem itu bekerja.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved