Breaking News:

Koordinasi dengan MA, Bareskrim Polri Berencana Pindahkan Irjen Napoleon Bonaparte ke Lapas Cipinang

Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) terkait rencana pemindahan Irjen Napoleon Bonaparte ke Lapas Cipinang.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (25/1/2021). Sidang mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu beragendakan pemeriksaan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNBANTEN.COM - Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) terkait rencana pemindahan Irjen Napoleon Bonaparte ke Lapas Cipinang.

Diketahui Irjen Napoleon Bonaparte merupakan terdakwa kasus penerimaan suap pengurusan red notice Djoko Tjandra.

Sebelum rencana pemindahan, Irjen Napoleon Bonaparte ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Mengaku Bukan Koruptor dan Diperalat Lewat Surat Terbuka, Ini Respons Polri

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, koordinasi dilakukan lantaran Napoleon merupakan tahanan MA.

Pasalnya karena perkara yang menjerat dia masih bergulir di pengadilan tingkat kasasi.

"Tahanan Hakim, sedang kami koordinasikan untuk dipindahkan ke Lapas Cipinang," kata Agus saat dikonfirmasi, Jumat (8/10/2021).

Napoleon diketahui banyak menarik perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri itu diduga sebagai pihak yang menganiaya tersangka kasus penistaan agama, Muhamad Kosman alias Muhammad Kece di rutan.

Insiden itu yang kemudian membuat Napoleon kembali terjerat kasus hukum dan menjadikan dirinya sebagai tersangka penganiayaan.

Ia kembali terancam hukuman pidana penjara 5,5 tahun.

Baca juga: Wacana Pemerintah Fungsikan NIK Jadi NPWP, Ini Penjelasan Lengkap Dirjen Dukcapil

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved