Breaking News:

Transaksi Mencurigakan Terkait Narkotika Capai Rp 120 Triliun pada 2016-2020, PPATK: Caranya Dinamis

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, mengatakan aluran dana itu melibatkan sejumlah orang dan korporasi.

Warta Kota/Andika Panduwinata
ilustrasi. Polisi menunjukkan barang bukti sabu seberat 1.250 gram dengan nilai jual sekitar Rp 1,2 miliar di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (25/2/2021). Polisi menangkap 10 tersangka dari jaringan narkotika dengan modus penyeludupan dalam dubur itu. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pada 2016-2020, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan aliran transaksi mencurigakan terkait narkotika.

Angkanya mencapai Rp 120 triliun.

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, mengatakan aliran dana itu melibatkan sejumlah orang dan korporasi.

Mengutip YouTube PPATK Indonesia, Kamis (7/10/2021), menurut Dian, total 1.339 individu dan korporasi yang diperiksa.

Baca juga: 3 PNS di Cilegon Ketahuan Konsumsi Narkotika Usai Jalani Tes Urine, 1 di Antaranya Wanita

"Kami catat sebagai aliran keuangan yang mencurigakan yang datang dari tindak pidana narkoba periode 2016-2020," ujarnya.

Menurut Dian, cara mereka mentrasfer uang sangat dinamis.

Misalnya memanfaatkan rekening orang-orang yang tidak terlibat dengan narkoba, sistem hawala, melalui money changer, dan modus perdagangan.

Dian memperkirakan lebih dari 10 cara mereka mengalihkan dana.

"Modus operandinya sangat banyak," ucapnya.

Hasil analisa telah diserahkan PPATK kepada lembaga-lembaga terkait, yaitu Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca juga: Hei Milenial! Ini Tips dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten Biar Bebas Narkoba

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved