Breaking News:

Arab Saudi Izinkan Calon Warga Indonesia Ibadah Umrah, Vaksin dan Karantina Jadi Syarat

Di mana sebelumnya selama pandemi Covid-19 pelaksanaan umrah maupun haji ditutup oleh pemerintah Arab Saudi.

Editor: Yudhi Maulana A
Kementerian Media Saudi/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka pelaksanaan umrah bagi jemaah Indonesia.

Di mana sebelumnya selama pandemi Covid-19 pelaksanaan umrah maupun haji ditutup oleh pemerintah Arab Saudi.

Disebut Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) telah menerima nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta terkait pelaksanaan umrah pada Jumat (9/10/2021).

Menlu Retno Marsudi mengatakan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jemaah umrah Indonesia.

“Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jemaah umrah Indonesia,” ujarnya sebagaimana diberitakan Tribunnews.com.

Baca juga: Anwar BAB Akui Kesulitan Tagih Uang Pembatalan Umrah dari Travel Taqy Malik: Prosedurnya Panjang

Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) adalah rangkaian kegiatan perjalanan ibadah umrah di luar penyelenggaraan ibadah haji yang meliputi pembinaan, pelayanan dan pelindungan jemaah.

Di mana dilaksanakan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan/atau Pemerintah seperti yang tertulis pada Peraturan Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus.

Dalam nota diplomatik menyebutkan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jemaah.

Hal tersebut berkaitan dengan pandemi yang tengah berlangsung.

Sebelumnya, para jemaah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan diwajibkan untuk melakukan karantina selama seminggu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved