Breaking News:

Cerita Prostitusi Online Waria di Tangerang: Matikan Lampu Ruangan saat Ada Pelanggan

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menangkap Agus Alias Renata, waria yang disinyalir membuka layanan prostitusi online.

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Agus Alias Renata seorang waria yang disinyalir membuka layanan prostitusi online dimintai keterangan usai terjaring operasi penyakit masyarakat oleh Satpol PP Kota Tangerang pada Jumat (8/10/2021) malam. 

TRIBUNBANTEN.COM - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menangkap Agus Alias Renata, waria yang disinyalir membuka layanan prostitusi online.

Warga Cengkareng, Jakarta Barat itu digelandang Satpol PP Kota Tangerang pada Jumat (8/10/2021) malam.

Satpol PP menyamar untuk menangkap Renata.

Kepada TribunJakarta.com (Group TribunBanten.com), Renata terjun ke dunia prostitusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Semula, dia bekerja sebagai perias pengantin sebelum. Namun, di masa pandemi Covid-19,
resepsi pernikahan dilarang pemerintah seiring pembatasan kegiatan masyarakat.

"Tadinya saya bertahan selama setahun jadi tukang rias. Kan tahu sendiri lockdown sudah mau dua tahun, enggak ada yang boleh pesta, ya sudah mau enggak mau kita kerja kayak begini," ujar Renata, Sabtu (9/10/2021).

Baca juga: Cerita Petugas Komisi Penanggulangan AIDS Banten Bujuk Para ODHA dan Waria Ikuti Vaksin Covid-19

Baca juga: 6 Kontroversi Seleb di Medsos Sepanjang 2020, Jual Keperawanan Hingga Prank Waria Pakai Sampah

Ia bercerita, membuka layanan birahi bagi seorang waria tidaklah semudah yang dibayangkan.

Pasalnya, tidak jarang tamu yang hendak menggunakan jasanya membatalkan secara sepihak.

Tentu saja hal itu terjadi karena calon pengguna jasanya itu baru mengetahui dirinya adalah waria. Padahal, saat itu dirinya telah menyewa unit kamar apartemen di Kota Tangerang

"Sudah deal harga, datang deh tamunya. Tapi, begitu tau saya waria, dia langsung deh cancel," ujar dia.

Pengalaman pahit yang terus menerus dialami tersebut membuatnya tidak kehabisan akal.

Akal-akalannya yakni mematikan lampu penerangan sesekali dirinya berhasil mengelabui tamunya.

"(Pengguna jasa) engga banyak sih, palingan sehari paling banyak tiga orang,. Kalau untuk tarif mah kita engga kayak cewek-cewek dengan paling murah Rp 300 ribu, kalau kita mah Rp 150 ribu juga embat," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agus Henra Fitrayana membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan, dalam operasi penyakit masyarakat, jajarannya berhasil mengamankan lima orang pasangan yang diduga bukan suami istri.

Selain itu, diamankan satu orang waria yang diduga membuka layanan birahi.

Baca juga: Terungkap di Sidang, Ini Kisah Lurah Cipayung jadi Korban Pemerasan VCS dan Ternyata Waria

Baca juga: Youtuber Ferdian Paleka yang Nge-Prank Sampah dan Batu untuk Waria Jadi Buron, Terdeteksi di Banten

"Kita bergerak di dua kecamatan yakni Kecamatan Neglasari dan Kecamatan Benda," ucap Agus.

Ia mengakui kelima pasangan yang diduga bukan suami istri yang terjaring operasi hanya diberikan sanksi membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Surat tersebut diketahui oleh ketua RT dan RW tempat tinggal mereka.

"Untuk yang waria kami lakukan pembinaan dengan mengirimnya ke Dinas Sosial Kota Tangerang," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Cerita Agus Alias Renata, Waria Tangerang Alih Profesi jadi PSK: Rp 150 Ribu Juga Diembat

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved