Breaking News:

Pemerintah Terapkan Aturan Baru PPnBM Mulai 16 Oktober, Pajak Kendaraan Ditentukan Berdasar Emisi

Pemerintah menetapkan aturan PPnBM terbaru. Mulai 16 Oktober, aturan PPnBM akan diterapkan untuk kendaraan bermotor

Editor: Glery Lazuardi
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
UJI COBA LOW EMISION ZONE - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba penerapan kawasan emisi rendah (low emision zone) di destinasi wisata Kota Tua dari tanggal 18- 23 Desember ini. Karena itu kendaraan bermotor melintas menuju Kota Tua, kecuali angkutan umum, bus TransJakarta dan kendaraan bersticker khusus. Karena kepada warga dsn karyawan yang berkantor di wilayah tersebut untuk menggunakan angkutan umum. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah menetapkan aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terbaru.

Mulai 16 Oktober, aturan PPnBM akan diterapkan untuk kendaraan bermotor yang didasarkan pada emisi gas buang.

Secara otomatis, aturan ini membuat mobil yang masuk ke kategori Low Cost Green Car (LCGC) dikenakan tarif sebesar 3 persen.

Aturan itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 73 tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah, pasal 25 menyebut bahwa LCGC akan dikenakan tarif PPnBM sebesar 15 persen, dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar 20 persen dari harga jual.

Di Indonesia, tercatat ada delapan mobil yang masuk ke segmen LCGC, diantaranya Daihatsu Ayla dan Sigra, Honda Brio Satya, Toyota Agya dan Calya, Suzuki Karimun Wagon R dan Datsun GO dan GO+.

Jika dikenakan pajak sebesar 3 persen, tentunya mobil LCGC yang banyak diminati oleh masyarakat perkotaan ini akan mengalami kenaikan harga.

Baca juga: Daftar Lengkap Mobil 1.500 cc Diskon PPnBM yang Diperpanjang hingga Agustus 2021

Baca juga: Diskon 100 Persen PPnBM Mobil Baru hingga Agustus 2021, Simak Syarat dan Ketentuannya

Berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Juli 2021, segmen LCGC mengalami penurunan cukup dalam, yakni hingga 24 persen dibandingkan bulan sebelumnya, atau dari 10.276 unit menjadi 8.283 unit.

Pengenaan pajak 3 persen untuk produk LCGC ini bisa diprediksi akan membuat pasarnya semakin lesu, terlebih saat segmen SUV tengah mendapat minat yang tinggi dari masyarakat.

Dikutip dari aturan resmi pemerintah untuk LCGC berakhir setelah Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 2019 tentang PPnBM diundangkan pada 16 Oktober 2019.

Aturan ini berlaku dua tahun setelah diundangkan yang berarti 16 Oktober 2021.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved