Breaking News:

Mahasiswi Untirta yang Diduga Korban Pelecehan oleh Presma Ternyata 2 Orang, Kondisinya Masih Trauma

Mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang diduga menjadi korban pelecehan oleh Presiden Mahasiswa Untirta berinisial KZ masih trauma

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ( Untirta) yang diduga menjadi korban pelecehan oleh Presiden Mahasiswa Untirta berinisial KZ kondisinya masih trauma.

Sebelumnya diketahui kasus pelecehan tersebut diungkap lewat unggahan Instagram milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan (PP) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kelurga Besar Mahasiswa (KBM) Untirta @puan.tirta.

Mereka menuliskan adanya ancaman tindak kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kampus Untirta.

Diduga pelecehan tersebut dialami secara verbal oleh mahasiswi Untirta.

Dalam unggahan itu disebutkan, pelaku KZ berbuat hal tak senonoh terhadap korban pada Senin 4 September 2021 di sebuah kos yang ada di daerah Cipocok Jaya, Kota Serang.

Baca juga: Ini Hasil Investigasi Untirta Soal Dugaan Pelecehan Mahasiswi Oleh Presma, Pelaku Terancam Dipecat

Ketua Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM Untirta, Kiky Rismayanti menuturkan bahwa untuk membawa kasus ini ke ranah hukum, pihaknya masih menunggu pertimbangan dari korban.

Hal tersebut lantaran korban masih alami trauma berat atas kejadian yang menimpah dirinya.

"Sampai saat ini korban belum bisa diajak komunikasi kembali baik online maupun offline," katanya kepada TribunBanten.com saat di konfirmasi Senin (11/10/2021).

Selain itu pihaknya pun akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas yang akan disesuaikan dengan prosedural kampus.

Baca juga: Geger Mahasiswi Untirta Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Presma, Ini Penjelasan BEM

"Karena kita ada dalam ranah kampus, maka kami mengupayakan penyelesaiannya sesuai prosedural yang ada," katanya.

Ia pun menuturkan bahwa untuk sanksi akan disesuaikan dengan prosedural yang ada berdasarkan peraturan Rektorat yang memang kasus tersebut telah ditanggapi.

Ia pun menuturkan bahwa saat ini pihaknya telah membentuk tim investigasi khusus guna mendalami kasus tersebut agar tidak adanya intervensi dari pihak luar.

"Langkah selanjutnya, MPP BEM KBM Untirta membentuk tim investigasi khusus dalam menangani kasus ini agar tidak adanya intervensi pihak luar dalam menyelesaikan kasusnya dengan pertimbangan dan kenyamanan korban," katanya.

Ia pun menuturkan tetap menghargai asas praduga tak bersalah bagi pelaku.

Baca juga: Kronologi Korban Pelecehan di KPI Diajak Berdamai & Diminta Cabut Laporan oleh Terduga Pelaku

Namun hingga saat ini pihaknya belum dapat berkomunikasi dengan terduga pelaku dan tidak mengetahui pasti dimana keberadaan pelaku.

"Korban ada dua orang, dan untuk saat ini belum ada yang melakukan aduan kembali," katanya.

Pihaknya pun bersama pendamping korban mengecam keras atas perbuatan yang dilakukan pelaku yang berinisial KZ kepada korban.
 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved