Breaking News:

Salah Kirim Emoji WA Gambar Tangan Mengepal, Siswi SD Ini Dipukuli Siswa SMP Hingga Tersungkur

Kapolsek Suksari, Kompol Darmawan menjelaskan kalau penganiyaan itu berawal dari HA salah kirim stiker di Whatsapp kepada pelaku berinisial HL.

TribunJogja.com
Ilustrasi bullying 

Betapa kaget sang ibu saat melihat kulit kepala anaknya bengkak dan dia mengeluh sakit.

Ibu itu langsung menelepon guru yang telah melakukan kekerasan fisik kepada Yuan.

Pada 7 Maret, pembengkakan telah menyebar hingga menutupi separuh kepala bocah itu.

Ibunya membawanya ke rumah sakit dan dokter menerangkan bahwa pembengkakan itu disebabkan oleh pendarahan internal.

Bocah malang tersebut mengalami demam setelah meninggalkan rumah sakit.

"Tagihan medis dibayar oleh guru. Dia bilang dia merasa menyesal dan bersalah. Dia berharap kami akan memaafkannya. Tapi saya tidak bisa memaafkannya," kata ibu Yuan.

Baca juga: Anaknya Dibully, Ayu Ting Ting Akan Datangi Polda Metro Jaya Besok, Sudah Siapkan Bukti untuk Pelaku

Bocah laki-laki itu keluar dari rumah sakit setelah tiga minggu perawatan, namun masih merasakan sakit di kulit kepalanya terutama saat memotong rambut.

Dokter mengatakan, kulit kepala dan tengkorak bocah itu terpisah dan pendarahan memenuhi sebagian otaknya.

Lebih dari 1 liter darah diambil dari otaknya menggunakan jarum suntik dalam tujuh prosedur pembedahan terpisah.

Mirisnya, Yuan kini trauma untuk sekolah dan takut dengan guru Chang.

"Kejadian itu meninggalkan bayangan di benaknya. Dia takut pada guru (Chang) dan takut pergi ke sekolah. Saya berpikir untuk memindahkannya ke sekolah lain," kata ibu Yuan.

"Dia tidak bersekolah sejak Maret. Semester ini telah disia-siakan untuk anakku. Saya mungkin akan membuatnya mengulang kelas tiga lagi."

Ibu Yuan mengaku akan menuntut pihak sekolah dan guru tersebut.

Sekolah itu awalnya mengatakan tindakan tersebut adalah perilaku individu oknum guru dan hanya menskors guru Chang selama 20 hari.

Ibu Yuan juga menolak permohonan Chang yang akan membayar kompensasi finansial atas tindakannya.

Meskipun China telah melarang hukuman fisik kepada murid, dalam praktiknya masih banyak oknum guru yang melakukan hal tersebut.

Awal bulan ini, sebuah TK di Provinsi Shandong ditutup setelah viral rekaman seorang guru menampar beberapa anak di toilet.

Kemudian bulan lalu, seorang guru TK di wilayah tenggara China dipecat dan ditahan karena memaksa siswanya mencium kakinya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Viral Video Perundungan Anak SD oleh Siswa SMP di Bandung,Polisi Sebut Diselesaikan Kekeluargaan, https://jabar.tribunnews.com/2021/10/11/viral-video-perundungan-siswi-smp-oleh-lelaki-di-kota-bandungpolisi-sebut-diselesaikan-kekeluargaan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved