Breaking News:

Rumah Produksi Tembakau Gorila di Serang Digerebek, Omzet Jutaan Rupiah

Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Serang mengungkap peredaran narkotika jenis tembakau sintetis atau tembakau Gorila beromset miliaran rupiah.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Serang mengungkap peredaran narkotika jenis tembakau sintetis atau tembakau Gorila beromset jutaan rupiah. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Serang mengungkap
peredaran narkotika jenis tembakau sintetis atau tembakau Gorila beromset jutaan rupiah.

RK (25), pelaku, diamankan di tempat tinggalnya Jalan Pusri Penancangan, kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, pada Rabu (6/10/2021) pukul 12.00 WIB.

"Pada saat ditangkap (pelaku,-red) mengaku memiliki pabrik dan gudang pembuatan tembakau sintetis dan cairan liquid vape yang mengandung narkotika," kata Kapolres Serang AKBP Yudha Satria, saat ditemui di Mapolres Serang, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Edarkan Tembakau Gorila, Pengangguran Asal Kota Serang Ditangkap Saat Lagi Tidur

Baca juga: Polres Serang Ungkap Home Industri Tembakau Gorila, Pelaku Belajar Produksi dari Youtube

Di rumah kontrakan, aparat kepolisian menemukan barang bukti berupa narkotika jenis tembakau sintetis, liquid vape mengandung narkotika.

Dan sejumlah peralatan dan bahan dasar untuk melakukan pembuatan, pengemasan dan penjualan narkotika jenis tembakau sintetis dan liquid vape yang mengandung narkotika.

Setelah itu, aparat kepolisian melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap AM (21), YP (24) dan RS (29) di lokasi kedua pada sekitar
pukul 23.30 WIB.

"Berdasarkan pengakuan tersangka mereka membuat sendiri narkotika jenis liquid warna kuning dan dijual secara online," ujarnya.

Dari hasil jualannya, pelaku sudah menyebarkan barang ke berbagai provinsi, seperti DKI Jakarta, Semarang, hingga Papua.

Para pelaku mampu menghasilkan omset dalam satu bulan sekitar Rp 400 juta dan memproduksi narkotika jenis tembakau sinte mencapai 5 kilogram dan liquid 500 ml.

Baca juga: Satnarkoba Polres Cilegon Ungkap Kasus Narkoba Jenis Tembakau Gorila Hanya dalam Waktu 1 Jam

Baca juga: Rumah di Cilegon Digeledah, Produksi Tembakau Gorila dalam Paket Siap Edar

"Hasilnya mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, yang mana mereka ini memang tidak bekerja dan sebagian seorang mahasiswa," ujarnya.

Atas perbuatan itu, para pelaku dijerat pasal 113 ayat 1 pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun denda paling sedikit Rp 1 miliar rupiah dan paling banyak Rp 10 miliar rupiah.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved