Breaking News:

Terungkap Eks Pegawai KPK Berencana Buat Partai Politik, Ini Alasannya

Setelah tak lagi menjadi pegawai di KPK, sejumlah mantan pegawai di komisi anti rasuah itu melakukan berbagai kegiatan.

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/Herudin
Gedung KPK di Jalan Kuningan Persada K-4, Kuningan, Jakarta Selatan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Setelah tak lagi menjadi pegawai di KPK, sejumlah mantan pegawai di komisi anti rasuah itu melakukan berbagai kegiatan.

Kegiatan dilakukan 57 eks pegawai mulai dari berjualan makanan, menjadi kenek bangunan hingga yang terakhir berencana mendirikan partai politik.

Rencana pendirian partai politik itu disampaikan oleh mantan pegawai KPK Lakso Anindito.

Partai politik itu akan diberi nama Partai Serikat Pembebasan.

"Serikat mengandung makna egaliter. Pembebasan dari kerusakan lingkungan dan pembebasan dari pengelolaan SDA yang eksploitatif tanpa mempertimbangkan keberlanjutan," kata Lakso, pada Kamis, (14/10/2021).

Baca juga: Ada Eks Pegawai KPK Pilih Ternak Kambing, Kernet Bangunan dan Jual Nasi Goreng, Begini Kata Pengamat

Baca juga: Ketika Mantan Pramusaji KPK Tak Lolos TWK, Kini Tinggal Mengontrak dan Jadi Kernet Bangunan

Tujuan membangun partai itu ialah membebaskan masyarakat dari kekuasaan oligarki, kemiskinan, dan korupsi.

Hanya saja, rencana pembuatan partai politik baru pada tahap melempar wacana ke publik.

Sementara itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) merespon terkait rencana mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berencana untuk membentuk partai politik (Parpol) setelah resmi dipecat karena tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana tersebut.

"Menyambut gembira apabila ada teman-teman eks 57 (pegawai KPK) itu yang berpikiran untuk mendirikan partai politik dengan konsep yang mereka usung mestinya yang partai politik tertib, anti korupsi," kata Boyamin saat dimintai tanggapannya, Rabu (14/10/2021).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved