Breaking News:

Ayah di Serang Rudapaksa Anak Tirinya Hingga Hamil 3 Bulan, Terbongkar Saat Korban Mual dan Muntah

Sebelum melancarkan aksinya, BDH merayu korban, membujuk, serta mengancam korban dengan kekerasan hingga terjadinya perbuatan tersebut.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Dok. Polres Serang
Pria paruh baya di Serang tega merudapaksa anak tirinya hingga hamil 3 bulan 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - BDN, (61) seorang buruh harian lepas tega merudapaksa anak tirinya hingga hamil 3 bulan.

Peristiwa tersebut terjadi sejak tahun 2019 sampai dengan terakhir bulan Oktober 2021 saat ini.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP David Andhi Kusuma mengatakan, BDN ditangkap lantaran laporan dari ayah kandung korban.

Dari pengakuan tersangka bahwa dirinya melakukan pencabulan terhadap korban SRH dilakukan hampir setiap minggu.

"Hampir setiap minggu dan ia lakukan didalam rumahnya, pada saat kondisi rumah memang sepi," katanya kepada TribunBanten.com, Kamis (13/10/2021).

Sebelum melancarkan aksinya, BDH merayu korban, membujuk, serta mengancam korban dengan kekerasan hingga terjadinya perbuatan tersebut.

Baca juga: Polisi Pertanyakan Hasil Visum 3 Anak Dirudapaksa Ayah Kandung, Sebut Ada Kejanggalan Karena Hal Ini

"Sebelum melakukan hal tersebut BDN ini sempat mengancam korban dengan kekerasan," katanya.

Lanjutnya, pada Selasa, (12/10/2021) sekitar pukul 06.00 WIB korban sempat mengalami mual-mual, pusing, muntah, hingga tidak nafsu makan.

Mengetahui hal tersebut kemudian korban dibawa ke Puskesma Tanara oleh Bibinya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Setelah dilalukan pemeriksaan ternyata korban sedang hamil 3 bulan," katanya.

Mengetahui hal tersebut korban mulai bercerita bahwa dirinya telah disetubuhi oleh ayah tirinya sendiri sejak awal tahun 2019 hingga saat ini.

Baca juga: Sebut Berita Ayah Rudapaksa 3 Anaknya di Luwu Timur Hoaks, Polisi Minta Maaf dan Langsung Koreksi

"Saat ini, tersangka sudah diamankan dan berhasil diamankan di kediamannya di Kampung Bendung, RT 02 RW 01, Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang," katanya.

Atas perbuatanya tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 Tentang pencabulan dan Perlindungan Anak dengan pidanan paling lama 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved