Breaking News:

Mantan Kades Kepandean Ditangkap Karena Korupsi Dana Desa Untuk 3 Tahun, Digunakan Untuk Pribadi

Satreskrim Polres Serang menangkap mantan Kepala Desa Kepandean periode 2012-2018 yang berinisial YS (43) pada Sabtu (16/10/2021)

Editor: Yudhi Maulana A
Ist
Ilustrasi korupsi 

TRIBUNBANTEN.COM - Satreskrim Polres Serang menangkap mantan Kepala Desa Kepandean periode 2012-2018 yang berinisial YS (43) pada Sabtu (16/10/2021).

YS ditangkap karena diduga korupsi anggaran dana desa (ADD) senilai  Rp 695 juta.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka YS sekitar pukul 19.00 WIB.

"Ya, benar Polres Serang Polda Banten berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Kepandean," ujar Shinto Silitonga pada Senin (18/10/2021) dalam siaran pers yang diterima TribunBanten.com.

Penangkapan tersebut dilakukan, karena adanya dugaan tindak pidana korupsi ADD, bagi hasil pajak daerah dan bagi hasil retribusi daerah di Desa Kepandean Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang. 

Baca juga: Kerap Berpenampilan Mewah, Bendahara Puskesmas di Medan Korupsi Dana BPJS Rp 2,4 Miliar

Shinto Silitonga menerangkan bahwa modus tersangka YS menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi.

Sehingga YS tidak dapat mempertanggung jawabkan penggunaan dana desa tahun 2016, 2017 dan 2018 sebagai Kepala Desa yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 695.659.000,- 

“Untuk tersangka YS saat ini sudah dilakukan penahanan di rutan Polres Serang guna proses penyidikan lebih lanjut,” kata Shinto Silitonga. 

Adapun barang bukti didapat dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dokumen Pencairan Dana Desa, print out Rekening Koran, SK pengangkatan Kepala Desa dan Laporan Realisasi Anggaran. 

Baca juga: Eks Kades Telaga Korupsi Dana Desa Rp 493 Juta, Uangnya untuk Bayar Utang

“Tersangka dikenakan hukuman sesuai dalam pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tutup Shinto.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved