Pemerintah Percepat Transformasi Digital, Cari Sinyal Tak Lagi Panjat Pohon hingga Jalan Puluhan Km

Pemerintah Indonesia terus mendorong penyediaan konektivitas yang memadai dan merata.

Editor: Glery Lazuardi
Tribuners/Martin Ronaldo
Pelajar mengerjakan tugas sambil mencari sinyal karena di Kelurahan Dibendung, Kecamatan Taktakan, Serang, tidak ada sinyal, Jumat (7/8/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Indonesia terus mendorong penyediaan konektivitas yang memadai dan merata.

Upaya itu dilakukan untuk menutup kesenjangan digital dan meningkatkan rasio keterhubungan internet antarwilayah.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate
dalam The 20th ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting: Interface Between the AEC Council and the ASEAN Digital Ministers.

"Akses merata terhadap layanan telekomunikasi yang berkualitas merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan transformasi digital," kata dia, seperti dilansir kontan.co.id (Group TribunBanten.com), pada Senin (18/10/2021).

Baca juga: Cara Klaim Bantuan Kuota Internet XL, Telkomsel Hingga Indosat Oktober 2021, Ini Syaratnya

Konektivitas dan rasio keterhubungan internet antarwilayah merupakan salah satu dari empat poin
pandangan guna mempercepat transformasi digital untuk mewujudkan komunitas digital ASEAN.

Transformasi Digital menjadi perhatian Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC Council Meeting).

Dia menjelaskan, Indonesia menyuarakan dukungan terhadap penyusunan ASEAN Leaders’ Statement on Digital Transformation yang diinisiasi oleh Brunei Darussalam selaku chairmanship ASEAN tahun ini.

"Indonesia juga telah menyampaikan beberapa poin pandangan dan posisinya terhadap isu-isu terkait transformasi digital," jelasnya

Selain konektivitas dan rasio keterhubungan internet antarwilayah, tiga hal lainnya yaitu Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 sebagai panduan strategis mewujudkan transformasi digital nasional.

"Pemerintah Indonesia telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 sebagai dokumen panduan strategis demi mewujudkan transformasi digital nasional yang cepat, kuat, dan merata," ungkapnya.

Kedua, Pemerintah Indonesia menekankan bahwa peningkatan nilai dan pemanfaatan data dalam kehidupan sehari-hari harus selalu memperhatikan prinsip-prinsip kedaulatan data.

"Hal tersebut dapat didorong melalui kerangka yang secara spesifik mengatur tentang arus data lintas batas negara yang turut menjamin pelindungan data pribadi," tutur Menteri Johnny.

Ketiga, Menkominfo menegaskan peran Indonesia sebagai presidensi pada Forum G20 di tahun 2022 mendatang.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia akan mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger”.

"Tema ini menggarisbawahi kerja bersama kita dalam membangun momentum pemulihan sekaligus memperkuat ketangguhan melawan pandemi COVID-19 secara jangka panjang melalui peningkatan pemanfaatan teknologi digital," jelasnya.

Menteri Johnny menyatakan forum juga menyepakati dukungan terhadap ASEAN Leaders’ Statement on Advancing Digital Transformation in ASEAN.

Menurutnya pernyataan itu berfokus pada beberapa poin, termasuk: (1) pendalaman kerja sama antar badan sektoral dan Pilar Komunitas ASEAN untuk transformasi digital yang inklusif dan akseleratif; (2) penguatan kerja sama keamanan siber yang dikoordinasi oleh ASEAN Cybersecurity Coordinating Committee; serta (3) pengimplementasian ASEAN Digital Masterplan 2025.

"Pemerintah Indonesia terus mendorong kerja sama yang lebih intensif di antara negara-negara sahabat di Kawasan Asia Tenggara agar bersama-sama kita dapat mengatasi berbagai tantangan, baik di masa pandemi Covid-19 maupun di masa mendatang," jelasnya.

Baca juga: Sulit Sinyal, Pendaftaran PPDB di Pelosok Lebak Boleh Langsung ke Sekolah

Menkominfo menegaskan arti penting terus mengoptimalkan manfaat digitalisasi untuk mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat dan inklusif.

"Bersama-sama kita akan bangkit kembali dengan lebih kuat serta bergerak maju menuju terwujudnya ASEAN, a digitally connected community," tegasnya.

Dalam Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting itu, hadir pula secara virtual dari Jakarta Pusat, Menteri Koordiantor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Hadir pula Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2021, Dato Seri Setia Awang Haji Mohd Amin Liew bin Abdullah, Ketua Menteri Digital ASEAN 2021, Dato Zahidi Zainul Abidin; serta Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi ASEAN, Dato Lim Jock Hoi.

Pertemuan gabungan antara Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan para Menteri bidang digital negara-negara anggota ASEAN ini bertujuan untuk bertukar pandangan terkait isu-isu digital di kawasan.

Selain itu, pertemuan ini juga ditujukan untuk memperkuat sinergi serta kolaborasi antarnegara anggota demi mewujudkan transformasi digital yang strategis, inklusif, dan berkelanjutan di Kawasan Asia Tenggara.

Tulisan ini sudah tayang di kontan.co.id berjudul Dukung Transformasi Digital ASEAN, Menkominfo: Indonesia Tekankan 4 Pandangan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved