Breaking News:

Wapres Apresiasi Kontribusi PLN Hadirkan Listrik di Desa Terpencil, Dukung Pengentasan Kemiskinan

Satu di antara penyebab kemiskinan dan ketimpangan adalah tidak adanya akses terhadap infrastruktur dasar berupa listrik, air bersih, dan sanitasi. 

dokumentasi PLN
Wapres Ma'ruf Amin saat rapat koordinasi di kantor Gubernur Maluku, mengapreisasi PT PLN (Persero) yang dapat menjalankan program Listrik Desa dengan optimal, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah menargetkan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada 2024.

Satu di antaranya melalui penyediaan listrik sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat miskin.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan penyediaan listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik untuk Masyarakat Miskin sangat penting.

Dia pun mengapreisasi PT PLN (Persero) yang dapat menjalankan program Listrik Desa dengan optimal.

Satu di antara penyebab kemiskinan dan ketimpangan adalah tidak adanya akses terhadap infrastruktur dasar berupa listrik, air bersih, dan sanitasi. 

Baca juga: PLN Gelar PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride, Membantu Sambung Listrik Warga Tidak Mampu

Menurut dia, pengentasan kemiskinan ekstrem sesuai dengan program yang sudah ada.

"Ini sudah dikoordinasikan dengan daerah, penanggulangan ini terdiri atas anggaran pemerintah pusat, pemprov, dan pemerintah kota/kabupaten," ujarnya dalam rakor di kantor Gubernur Maluku, Rabu (13/10/2021).

Ma'ruf Amin optimistis program ini dapat menggerakkan perekonomian warga sehingga kesejahteraan warga Provinsi Maluku semakin meningkat. 

“Semoga setelah dapat listrik (dengan penyambungan) gratis, anak-anak belajar dengan nyaman, suasana di rumah juga bisa beraktivitas dengan lancar di malam hari,” ucapnya.

Baca juga: Isi Token Mulai Rp 5.000 Hanya di Aplikasi PLN Mobile, Bisa Juga Tahu Lokasi Pengisian Mobil Listrik

Program Listrik Desa merupakan satu dari sekian program pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah prioritas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved