Breaking News:

Geledah Kamar Kos di Kota Serang, Polda Banten Sita 10.350 Butir Obat Terlarang

AM (21), pengedar obat terlarang daftar G di Jl. KH. Abdul Latif, Kota Serang, diamankan aparat kepolisian, pada Minggu (17/10/2021).

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Ilustrasi obat-obatan terlarang 

TRIBUNBANTEN.COM - AM (21), pengedar obat terlarang daftar G di Jl. KH. Abdul Latif, Kota Serang, diamankan aparat kepolisian, pada Minggu (17/10/2021).

Upaya penangkapan itu dilakukan berawal pada saat Tim Opsnal Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Banten memantau kegiatan masyarakat di wilayah yang diduga rawan penyalahgunaan obat.

Baca juga: Seolah Tak Kapok, 2 Pria Residivis Ini Kembali Terlibat Sindikat Narkoba di Tangsel

Dir Resnarkoba Polda Banten, Komisaris Besar Martri Sonny mengatakan pada saat memantau di kos-kosan yang dicurigai sebagai daerah penyalahgunaan obat terlarang, Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Banten melihat orang yang mencurigakan.

"Setelah itu dilakukan penangkapan dan penggeledahan kemudian ditemukan obat jenis Tramadol dan Hexymer yang disimpan di dalam kosan tersangka," ujarnya, dalam keterangan yang diterima, pada Selasa (19/10/2021).

Selain mengamankan pelaku, aparat kepolisian menyita puluhan ribu obat terlarang.

Martri Sonny menyampaikan dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti puluhan ribu obat tersebut terdiri dari 10.000 butir Hexymer dan 350 butir Tramadol.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan obat-obatan dari sdr R dan obat terlarang tersebut akan dijual di wilayah Kota Serang," Kata Martri Sonny.

“Tersangka juga mengaku melakukan hal tersebut yaitu untuk mendapatkan untung dari menjual obat-obatan terlarang dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan,”tambahnya.

Selanjutnya Martri Sonny menyebutkan tersangka dikenakan Pasal 196 dan/atau Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Sebagaimana Telah Diubah dengan UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Tersangka diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 Milyar,”ujar Martri Sonny.

Terakhir Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengajak dan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang.

Serta, kata dia, masyarakat dapat melaporkan ke pihak berwajib apabila mengetahui ada penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang.

Baca juga: Cerita Mahasiswi Jual Narkoba di Kampus USU: Keuntungan Rp 1,5 Juta untuk Bayar Biaya Kuliah

“Kami mengajak masyarakat berperang melawan narkoba, hindari Narkoba dan mohon peran aktif masyarakat, agar bisa membantu Polisi dalam berantas Narkoba dengan cara melaporkan ke petugas terdekat," ujarnya.

Dia meminta orang tua agar mengawasi prilaku anak-anak dan mengawasi rumah-rumah kontrakan yang rawan digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved