Breaking News:

Ketika Kaum Muda Tertarik Koleksi Golok Khas Banten Untuk Lestarikan Budaya

Saat acara sakral pengulasan golok di Ciomas pada tanggal 12 mulud, dia bersama anggota padepokannya berkunjung ke bengkel produk budaya golok Ciomas

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Mildaniati
Bayu Lesmana (29) dari Tasikmalaya memakai baju hijau dan Ade Kodel (34) memakai baju putih daei Tigaraksa. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Pemuda bernama Rafly Amarulah (20) tertarik untuk mengulik sejarah dari benda pusaka golok dan seni budaya sebagai ciri khas orang Banten.

Dia juga tergabung dalam padepokan silat bernama padepokan Cakra Aura Nur Idzati di Serang.

Saat acara sakral pengulasan golok di Ciomas yang dilaksanakan pada tanggal 12 mulud, dia bersama anggota padepokannya berkunjung ke bengkel produk budaya golok Ciomas. 

Lokasinya berada di  di RT 12/02 Kampung Si Bopong, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, yang merupakan kediaman salah satu kasepuhan di Ciomas bernama ki Sidik Santani.

Dia dan kakanya memiliki 5 golok bersama, dua di antaranya badik Banten.

"Rutin dimandiin setiap tanggal 12 mulud karena panggilan hati juga termasuk menjaga adat," ujarnya pada TribunBanten.com saat ditemui di rumah ki Sidik Santani.

Baca juga: Mengenal Pusaka Banten Golok Ciomas Si Rebo, Konon Kesaktiannya Bisa Lukai Musuh dari Jarak 10 Meter

Rafly mengaku menyukai golok Ciomas sebagai ciri khas orang Banten.

Menurutnya dia sudah menyukasi seni budaya sejak SMP, karena unik dan memiliki banyak seni tersendiri.

"Awal mulanya dari pencak silat," paparnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved